Hasil sidak di Lapas Sukamiskin Bandung, Minggu (22/7/2018) malam. Foto: Humas Kemenkumham

@Rayapos | Jakarta – Uang bagai bertebaran di dalam Lapas Sukamiskin Bandung. Saat inspeksi mendadak (sidak) Minggu (22/7/2018) malam, ditemukan uang Rp 102 juta, serta aneka alat rumah tangga yang terlarang di dalam penjara.

Sidak dipimpin Ditjen Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami. Dimulai pukul 19.00 Minggu (22/7/2018). Dilaksanakan tim gabungan. Ratusan petugas dari berbagai lapas di wilayah Jawa Barat, seperti Lapas Jelekong dan lapas lainnya dikerahkan.

Ratusan petugas tersebut menyisir setiap kamar para tahanan. Tidak terkecuali kamar tahanan terpidana kasus korupsi. Semua barang-barang terlarang, juga uang, diamankan.

Pukul 23.00 WIB sidak selesai.Hasilnya mengejutkan.

Berbagai barang seperti lemari es, televisi, speaker, kompor gas, tabung gas, microwave, dispenser, springbed mewah, alat-alat masak. Uang tunai Rp 102 juta. Padahal berdasarkan aturan, barang-barang tersebut dilarang ada di dalam Lapas.

“Tadi cukup kondusif (narapidana) memberikan ruang cukup untuk dilakukan penataan hal-hal tidak boleh apa yang ada di dalam kamar,” kata Sri Puguh, usai sidak.

Baca Juga:

Dijelaskan, uang Rp 102 juta ditemukan di dalam sel tahanan. Bukan hanya dari satu sel. Namun dia tidak merinci dari sel tahanan korupsi, atau tahanan lainnya.

“Tidak boleh ada peredaran uang. Nanti (uang ini) diregister, terus kalau ada keluarganya (narapidana) datang, bisa dikembalikan,” ujarnya.

Sidak sebagai upaya perbaikan pasca operasi tangkap tangan Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husein oleh KPK. Selain menggelar sidak di Lapas Sukamiskin secara serentak juga di lapas lainnya.

“Kita akan melakukan pembenahan. Sesuai instruksi Menteri Hukum dan HAM (Yasonna Laoly) di seluruh Indonesia. Kita akan kembalikan sesuai standar,” ucapnya. (*)