Siswa Dengan Latar Belakang Broken Home Dominasi Ketidakhadiran Peserta UN SD Dan SMP

@Rayapos | Bitung: Selama 3 hari sejak 16 sampai dengan18 Mei 2016, pelaksanaan Ujian Nasional tahun ajaran 2015-2016 tingkat Sekolah Dasar mulai dari mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berjalan lancar.

Namun begitu berdasarkan data yang dirangkum dari sumber Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, selang UN tingkat SLTA pekan lalu dari jumlah terdaftar 3238 peserta hanya diikuti oleh 3199 siswa sedangkan khusus tingkat SD dari jumlah terdaftar 3855 peserta hanya diikuti 3817 siswa.

Kadis Dikbud Ferdinand Tangkudung ketika dikonfirmasi usai pelaksanaan UN SD menjelaskan dari 39 peserta SMP dan MTs yang absen dengan alasan drop out (DO) 29 orang, ikut orangtua 4 orang, meninggal 2 orang, sakit 3 orang sedangkan untuk Sekolah Dasar 38 peserta tidak ikut dengan alasan DO 17 orang, ikut orangtua 10 orang, sakit 4 orang dan pulang kampung 1 orang.

Tangkudung juga mengungkapkan dari hasil pantauan serta evaluasi terhadap ketidakhadiran peserta UN baik di tingkat SD maupun SMP sangat di dominasi oleh masalah broken home sehingga mendekati waktu pelaksanaan siswa-siswa bersangkutan menghilang dan menyulitkan pihak sekolah.

“Keikutsertaan siswa dalam mengikuti UN juga dipengaruhi oleh masalah keluarga, ada anak-anak yang karena broken home, memilih untuk tinggal di rumah,” ujar Tangkudung.

Lebih lanjut Kadis Tangkudung mengatakan,  untuk mengatasi hal tersebut pihaknya selalu mengingatkan agar semua wali kelas dan kepala sekolah melakukan kunjungan ke rumah siswa (Teacher Visit Home) sekaligus konseling kepada korban dan keluarga guna mengantisipasi terjadi gangguan psikis anak akibat ulah orangtua.

”Meskipun tidak dapat dihindari, tapi kami selalu mengingatkan agar para wali kelas dan  kepala sekolah melakukan kunjungan ke rumah siswa untuk memantau dan memberikan konseling bagi para siswa yang mengalami persoalan di keluarganya,” kata Tangkudung. [Edwin Huwae]

BAGIKAN

LEAVE A REPLY