FOTO: RAYAPOS/KEMAL MAULANA

@Rayapos | Jakarta – Sejumlah siswa-siswi SMA dari Sekolah Tinggi Agama Islam PTDII yang terletak di Jalan Tawes, Jakarta Utara, ikut menghadiri aksi Bela Tauhid, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Para siswa dan beberapa orang tua murid ikut menuntut dituntaskannya kasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tauhid oleh oknum Banser pada Hari Santri Nasional 22 Oktober 2018 lalu di Garut.

Baca juga:

Nusron Wahid Cerita Dirinya Diusir dan Ditantang Bakar Bendera

Sinead O’Connor Masuk Islam dan Ganti Nama Menjadi Shuhada’

Rombongan siswa siswi ini hadir ditengah aksi dengan menggunakan satu unit mobil mikrolet 23 jurusan Tanjung Priuk-Cilincing Jakarta Utara.

Salah satu orang tua murid, Lili Komariah menjelaskan, dirinya dan sejumlah siswa-siswi sengaja datang karena marah atas pembakaran bendera yang didalamnya ada kalimat Tauhid pada hari santri kemarin.

Baginya pembakaran bendera tersebut sama saja dengan membakar simbol aqidah umat Islam.

“Kita marah bendera kita tauhid itu dibakar, seolah olah itu mereka membakar aqidah umat Islam,” kat Lili saat berbincang-bincang dengan Rayapos, di Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat, (26/10/2018).

Dia mengaku mengetahui jika bendera tersebut dipakai oleh ormas terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Namun kata dia, bendera tersebut bukan hanya milik HTI tapi juga milik semua orang Islam lantaran di dalamnya ada lafaz La Ilaha Illallah dalam tulisan huruf Arab.

“Kalau cuma bendera HTI doang mah dibakar gak masalah. Ada lafaz La Ilaha Illallah di kain itu kan. Ini ada gurunya nih ikut, jadi kita ini anak-anak pulang sekolah berangkat, saya kawal anak-anak,” kata dia.

Seperti diketahui, ratusan massa aksi Bela Tauhid mulai memenuhi halaman Kantor Menko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat (26/10/2018). Aksi yang diikuti sederet ormas Islam dan Front Pembela Islam (FPI).

Mereka mendesak Menkopolhukam Wiranto untuk menerima delegasi dari peserta aksi. Tujuannya meminta keberpihakan Wiranto untuk mengusut tuntas kasus pembakaran bendera berlafaz kalimat Tauhid.