Buya Syafii Maarif. Foto: Antara

@Rayapos | Yogyakarta – Habib Bahar bin Smith, dijadwalkan diperiksa di Bareskrim Mabes Polri, Senin (3/12/2018) hari ini. Apa pendapat tokoh Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif?

“Kalau dia melakukan kesalahan, dipanggil diperiksa enggak apa-apa. Semua warga negara sama di depan hukum,” jelas Buya di rumahnya di Nogotirto, Gamping, Sleman, DIY, Minggu (2/12/2018).

Buya enggan menanggapi lebih jauh ceramah Habib Bahar yang menjadi dasar laporan ke polisi.

Sebab ia belum mengetahui isi dakwahnya. Tapi, menurut Buya, dakwah yang benar adalah yang sejuk serta membawa kedamaian untuk membangun kesadaran manusia.

“Dakwah isinya kan macam-macam, apa kontennya itu kan yang penting. Isi dakwah yang sejuk damai yang membangun kesadaran manusia, jangan menghina, hoaks, ujaran kebencian, itu menurut saya tidak beradab,” tegasnya.

Sebelumnya, Bareskrim Mabes Polri telah mengambil alih kasus dugaan penghinaan kepada Presiden Joko Widodo yang dilakukan oleh Habib Bahar bin Smith dari Polda Metro Jaya.

Dugaan penghinaan terdapat dalam salah satu ceramahnya yang dilakukan di Palembang pada bulan Januari 2017.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menuturkan, rencananya Bareskrim akan memanggil Habib Bahar untuk dimintai keterangan sebagai saksi pada Senin (3/12).

Surat panggilan, kata Dedi, sudah dikirim sejak Jumat (30/11). “Senin kita panggil sebagai saksi untuk diminta keterangannya dalam kasus ini,” katanya.

Baca Juga:

Pecah Pendapat Internal Bawaslu DKI Soal Reuni 212

Bamukmin: Peserta Reuni 212 yang Meninggal, Mati Syahid

Sementara itu, saat menghadiri acara reuni 212 Habib Bahar menegaskan dirinya tidak akan meminta maaf atas isi ceramah yang dinilai telah menghina Jokowi.

Dia mengatakan, lebih memilih membusuk di penjara daripada meminta maaf.

“Kalau itu suatu kesalahan, demi Allah, saya Bahar bin Smith tidak pernah akan minta maaf dari kesalahan itu. Saya lebih memilih busuk di penjara daripada minta maaf. Allahu Akbar,” ujar Habib Bahar di Monas, Jakarta, Minggu (2/12/2018)

Habib Bahar menjelaskan, dasar ia menyebut Jokowi banci sehingga membuat dirinya dilaporkan yakni berdasarkan aksi 411 tahun 2016.

Saat itu, massa beserta ulama sudah berkumpul di depan Istana. Tapi, Jokowi tak kunjung menemui ulama. (*)

BAGIKAN