Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil

@Rayapos | Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang (Kepala BPN RI) Sofjan Djalil mengatakan, pemerintah ingin mendaftarkan seluruh tanah Indonesia melalui program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL).

“Cuma tentu prioritasnya adalah daerah-daerah yang sangat urgent terutama kota-kota besar. Kita ingin menyelesaikan tuntas,” kata Sofyan usai rapat monitoring PTSL wilayah Jakarta bersama Anies Baswedan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (8/11/2018).

Terkait program itu, ia menyampaikan pihaknya sudah menuntaskan di beberapa kota seperti di Solo, Magelang Dan Bandung. Sehingga tahun depan dia menargetkan seluruh wilayah Bali dan Jakarta dapat terselesaikan pada 2019 mendatang.

“Tahun depan Insya Allah seluruh Bali selesai, dan Insya Allah Jakarta dengan dukungan Pak Gubernur Tahun depan kita sudah selesaikan mendaftarkan seluruh tanah di Jakarta,” ungkapnya.

Adapun pengeluaran sertifikat tanah hanya berlalu bagi bidang tanah yang memenuhi kriteria untuk dikeluarkan sertifikat. Sementara bagi lahan yang sedang dalam sengketa, kata Sofyan pihaknya bakal menyelesaikan sengketa tersebut sebelum diberikan sertifikat.

“Yang bersengketa, kita selesaikan sengketanya, yang kurang dokumen, kita akan umumkan kurang dokumen yang sudah ada sertifikat sebelumnya, duduknya nggak pas, kita dudukan,” terangnya.

Selain itu dia menyebut, nantinya pemilik bidang tanah dan pemerintah daerah bakal mudah mengakses kenutuhan informasi bidang tanah secara terbuka.

“Kita bisa tinggal klik, tahu tanah siapa, milik (siapa), Berapa luasnya di mana, bahkan nanti dengan harga NJOP atau harga PBB dan macam-macam akan bisa diketahui secara terbuka,” kata dia.

Sehingga menurutnya, keterbukaan informasi tersebut bisa mencegah konflik di masa depan yang selalu memakan waktu panjang dalam setiap konflik pertanahan.

“Karena sekarang konflik tanah begitu sudah konflik biasa panjang sekali. yang kedua memberikan akses kepada orang kecil yang selama ini tidak punya akses ke perbankan,” pungkasnya.

BAGIKAN