Warga berkerumun nonton gulungan baja yang masih menggencet Sukroni dan Deriawan. Foto: Hadia Ismanto

@Rayapos | Jakarta – Tragedi gulungan baja 25 ton yang menggencet tewas Sukroni (59) dan Deriawan (30) sungguh memilukan. Sopir trailer pengangkut gulungan baja, Usuf Subki, bisa dibui.

Kanit Laka Lantas Jakarta Utara AKP Sigit Purwanto kepada wartawan mengatakan, kini polisi masih menyelidiki kasus ini. Jika sopir Usuf Subki salah, akan dihukum.

Usuf terancam hukuman minimal lima tahun penjara. Karena dianggap lalai dan menyebabkan orang lain meninggal dunia.

“Diduga ngantuk, ada sanksi pidananya Undang-Undang Lalu Lintas Pasal 310 Ayat 4 yang menyebabkan orang meninggal, ancamannya di atas lima tahun,” kata Sigit.

Polisi juga akan menyelidiki faktor yang membuat gulungan baja terjatuh, termasuk dugaan kurang rapatnya ikatan terhadap muatan truk tersebut.

Akibat jatuhnya gulungan baja 25 ton dari trailer yang disopiri Usuf, dua sopir truk Sukroni (59) dan Deriawan (30), tewas tertimpa gulungan plat baja saat beristirahat di sebuah gubuk di kolong Tol Pluit, Kamis (25/10/2018) dini hari kemarin.

Gulungan plat baja itu jatuh dari jalan tol, setelah truk yang mengangkutnya menabrak truk lain di depannya.

Sopir truk pengangkut gulungan baja, Usuf, mengalami luka ringan.

Kejadian tersebut bermula ketika sebuah truk pengangkut besi berhenti di Jalan Tol Pluit arah Tanjung Priok karena mengalami gangguan pada bannya.

Tiba-tiba, truk tersebut ditabrak dari arah belakang oleh truk bermuatan gulungan baja yang dikendarai Usuf Subki.

Akibat tabrakan itu, salah satu gulungan baja lepas dari truk dan terjatuh menimpa gubuk di kolong tol tempat Sukroni dan Deriawan beristirahat.

Tubuh Sukroni dan Deriawan gepeng hancur-lebur. Sebab, persis kegencet gulungan baja besar itu.

Jenazah Sukroni dan Deriawan sempat terjebak lebih dari 8 jam di bawah gulungan baja. Gulungan baja itu mesti diangkut menggunakan crane, karena saking beratnya.

“Kami harus survei dulu crane yang bisa angkat beban 25 ton ini pakai crane ukuran apa. Kebetulan dini hari, crane-nya ada tapi operatornya istirahat,” ujar Sigit.

Selain Sukorni dan Deriawan, ada satu korban lagi yang tertimpa gulungan baja yaitu seorang pria bernama Budi Santoso.

Budi bisa selamat tetapi mengalami patah tulang dan lecet-lecet.

Proses pengangkatan jenazah Sukroni dan Deriawan mengundang perhatian banyak warga. Mereka ingin menyaksikan peristiwa tersebut.

Setelah gulungan baja berhasil diangkat, tampaklah pemandangan miris…

Baca Juga:

Massa Aksi Bela Tauhid Geruduk Kantor Menko Polhukam

Alasan Uus Bawa Bendera HTI, Begini…

Viral Video Nusron Wahid Ditantang Warga Bakar Bendera Tauhid

Tubuh Sukroni dan Deriawan tak berbentuk lagi. Sebagian amblas ke bumi. Gepeng pipih seperti peyek.

Potongan-potongan tubuh itu lantas dimasukkan ke kantong jenazah. Masing-masing. Lantas dikirim ke Kamar Jenazah RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Bahkan, seorang saksi mata bernama Imam (27) mengatakan, dia melihat jantung manusia teronggok di tanah, tak jauh dari lokasi jatuhnya gulungan baja.

“Saya lihat, jantung manusia belepotan darah di tanah,” kata saksi mata, Imam kepada wartawan, Kamis (25/10/2018).

Imam saat kejadian sedang berada di dekat lokasi. Namun dia tidak melihat proses jatuhnya gulungan baja. Dia mendengar dentuman keras. Lantas dia berlari melihat, gulungan baja sudah jatuh dari trailer.

Sopir trailer pemuat gulungan baja, Usuf, kini belum bisa diperiksa polisi. Sebab, dia juga terluka dan sedang dirawat di RS. (*)

Simak videonya di sini:

BAGIKAN