Sri Sultan: “Babat Alas Nawung Kridha” Transformasi Tradisional Menuju Modernisasi

Presiden dan Gubernur DIY pada acara Groundbrreaking Bandara Internasional Yogyakarta (FOTO: Kemenhub)

@Rayapos | Yogyakarta:  Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X mengatakan “Babat Alas Nawung Kridha” merupakan transformasi dimulainya perubahan dari tradisional statis menjadi masyarakat modern dinamis.

Sultan di Kulon Progo, Jumat (27/1/2017), mengatakan pada abad 18 telah terjadi transformasi, maka secara estimologis ada perubahan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan warganya.

“Babat alas abad 21 ini akan dimulai dari Kulon Progo, yang ditandai dengan pembangunan Bandar Udara Internasional Yogyakarta yang Insya Allah menandai perubahan peradaban tradisional statis ke modern dinamis,” kata Sultan.

Ia mengatakan atas persetujuan Presiden Joko Widodo, babat alas ini ditambah Nawung Kridho yang artinya transformasi diri dari revormasi mental untuk mengembalikan jati diri sebagai bangsa yang besar.

Hal ini sejalan dengan aksioma universal, bahwa eksistensi bandara akan mendorong transaksi perdagangan. Yang pada giliriannya menumbuhkan potensi industri pariwisata dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan investasi.

“Efek domino dari tiga sektor tersebut mendukung akselarasi pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif yang berkualitas yaitu pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi, berkelanjutan, mereta dan berkeadilan, serta menciptakan lapangan pekerjaan baru,” katanya.

Sultan mengatakan presiden memberikan arahan supaya pembangunan bandara harus terintegrasi antara moda trasportasi, jalan dan kereta api ini dipercepat pelaksanaannya.

Bandara merupakan sarana memperluas lapangan usaha dan lapangan kerja, serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas yang berdaya saing, menaikan investasi baru, memfasitasi perdagangan, terutama barang dan jasa yang membutuhkan mobilisasi cepat.

Sebagai moda transportasi udara, bandara merupakan sektor jasa yang mempercepat memobilisasi pariwisata dan investasi. Oleh karena itu, bandara adalah kasalisator ekonomi ragioanal yang membutuhkan persiapan pemerintah.

“Kami berharap kehadiran Presiden Jokowi sebagai perintah jalur kerja dan upaya mempercepat pembangunan bandara. Semoga bandara mampu mensejahterakan masyarakat,” kata dia.

Comments

comments