Stagnan, Pelantikan PAW 4 Anggota KPU Halteng

@Rayapos | Ternate: Hingga saat ini KPU Pusat belum juga memberikan kabar hasil konsultasi terkait dengan Pergantian Antar Waktu (PAW) empat komisioner KPU Halmahera Tengah (Halteng). Hal ini diungkapkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara, Syahrani Somadayo, kepada wartawan, di Ternate, Senin (30/1). ”Iya sampai saat ini kita masih mengunggu kabar dari KPU Pusat, hasil konsultasi kita dengan KPU Pusat,” ujarnya.

Menurutnya, dari keempat calon anggota Komisioner KPU Halteng PAW ini, salah satunya diduga bermasalah, dan diduga kuat tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai komisioner KPU atau sebagai penyelenggara. Sayangnya, identitas belum mau diungkapkannya secara gamblang. Pasalnya, pihaknya juga masih menunggu hasil konsultasi dengan KPU Pusat sebagai atasan mereka.

Sebelumnya, tim pemenangan pasangan calon Edi Langkaran-Abdurahim Odeyani (Elang-Rahim), Munadi Kilkoda, meminta KPU Provinsi Maluku Utara segera melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) atas 4 anggota orang KPU Halteng yang telah dipecat. ”Tahapan sekarang ini masih dalam proses skrening, maka kita berharap sehari dua ini sudah ada informasi terkait dengan hasil PAW itu seperti apa, dan segera dipercepat,” jelasnya.

Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) ini, berharap KPU Malut harus secepatnya mempublikasi siapa-siapa saja yang masuk dalam dafrar tunggu, sehingga diketahui publik. ”Tim Elang-Rahim juga meminta kalau proses pilkada di Halteng ini tidak diambil alih oleh KPU Malut, harus dilaksanakan oleh KPU Halteng,” tegasnya.

Dijelaskannya, waktu yang diberikan untuk PAW selama 7 hari sejak jatuhnya putusan Dewan Kehormatan Penyelengara Pemilu (DKPP). Sehingga, menurutnya dianggap terlalu berlebihan, jika KPU Malut langsung mengambil alih pelaksanaan Pilkada di Halteng. Pilkada Halteng, tegasnya, belum dianggap emergensi, sehingga KPU Malut tak perlu mengambil alih, akan tetapi KPU Malut harus melakukan pelantikan pengganti 4 orang komisioner baru.

Untuk itu, tambahnya, KPU Malut jangan mempersulit proses PAW, kalau KPU Malut ambil alih, maka ini menunjukkan potret dan citra penyelenggara yang tidak bagus. ”Karena, kita mau demokrasi ini benar-benar dijalankan secara benar,” pungkasnya.

Comments

comments

LEAVE A REPLY