@Rayapos | Jakarta – Memiliki berat badan ideal tentu menjadi dambaan setiap orang, terutama perempuan. Sayangnya, keinginan itu justru hanya menjadi impian belaka, karena gaya hidup cenderung malas olahraga dan pola makan sembarangan.

Sebenarnya untuk mencapai berat badan porposional cukup sederhana. Sejak dulu kita pernah mendengar nasehat, ingin kurus tentu dianjurkan agar tidak makan pada malam hari. Selain itu, penerapan pola hidup sehat juga menjadi kuncinya.

Sebagaimana dilansir laman Medical Daily, Rabu (26/9/2018), sebuah penelitian menyebut makan di jendela waktu yang lebih kecil setiap hari dan melewatkan makan malam dapat memiliki efek kesehatan yang positif. Tapi belum tentu bisa menurunkan berat badan.

Studi yang lakukan dalam Pertemuan Masyarakat Obesitas tahunan di New Orleans ini menyimpulkan bahwa orang ‘gemuk’ yang makan siang hari dan berpuasa di malam hari melaporkan lebih sedikit perubahan rasa lapar tapi membakar lemak lebih banyak.

Namun meski menghasilkan lebih banyak lemak yang dibakar di malam hari, tampaknya ini tidak meningkatkan pembakaran lemak secara keseluruhan. Jadi masih belum jelas, bagaimana jadwal makan ini dapat memengaruhi penurunan berat badan secara umum.

“Pada titik ini, kami tidak yakin apakah total pembakaran lemak meningkat atau tidak,” ujar penulis utama studi, Courtney Peterson.

Baca Juga:

3 Bahan Alami Ini Bermanfaat Bagi Penderita Stroke

Jerawatan Karena Hormon? Ini Tiga Cara Alami Mengatasinya

“Kami akan perlu melakukan penelitian yang lebih besar untuk mencari tahu pasti apakah [pemberian makan waktu terbatas] meningkatkan pembakaran lemak.”

Meskipun hasilnya tidak menunjukkan hubungan jelas antara puasa malam dan penurunan berat badan, namun langkah ini masih penting untuk nutrisi. Peterson juga mengaku terkejut ketika menemukan peserta tidak merasa lapar, meskipun puasa selama 18 jam.

“Jadi kita membalikkan keyakinan bahwa berpuasa untuk waktu yang lebih lama setiap hari (ketika jumlah kalori yang sama dikonsumsi) secara intrinsik membuat seseorang menjadi lebih lapar,” ungkap Peterson.

Peterson menuturkan, mempraktekkan pola makan ini memang memiliki manfaat yang jelas, seperti mengurangi asupan makanan secara keseluruhan, dan menyarankan bahwa berlatih pembatasan waktu makan beberapa kali seminggu bisa layak dan sehat.

“Ini bisa digunakan untuk tujuan jangka pendek atau tujuan jangka panjang. Sejauh yang kami tahu, itu aman untuk orang dewasa (bukan diet macet), meskipun wanita hamil dan anak-anak tidak boleh mencobanya,” tukasnya.

BAGIKAN