Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno saat mengkampanyekan program OK OCE (FOTO: ist)

@Rayapos | Jakarta – Program kewirausahaan OK OCE (One Kecamatan One Center for Entrepreneurship) telah melampaui target yakni 42 ribu orang pendaftar. Namun hingga kini, program tersebut belum juga memiliki dasar hukum.

Terkait dasar hukum program OK OCE, Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno menjelaskan, saat ini penggodokan dasar hukum tersebut telah memasuki tahap finalisasi dalam bentuk Perjanjian kerjasama antara Pemprov DKI Jakarta dengan Perkumpulan Gerakan OK OCE (PGO).

“Jadi dasar hukumnya PKS, perjanjian kerja sama antara Pemprov DKI dengan PGO yang dipimpin coach Faran. Sekarang dalam finalisasi, Jumat kemarin pak sekda sampaikan siap tanda tangan tinggal tanggal kapan,” kata Sandiaga Uno, Senin (16/7/2018).

Ia pun mengaku dalam pembentukan dasar hukum program OK OCE tidak ada permasalahan.

“Intinya gak ada permasalahan. Ke depan kita lihat formatnya, koordinasi biro imb juga bagaimana format yang lebih baik,” kata Sandi.

Diketahui, Aadapun dasar hukum Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Pemprov DKI Jakarta dan Perkumpulan OKE OCE merupakan turunan dari peraturan Gubernur (Pergub) yang bakal dikeluarkan sebagai payung hukum program OK OCE.

Menanggapi hal ini, ketua Perkumpulan Gerakan OK OCE (PGO) Faransyah Jaya mengaku lebih nyaman apabila payung hukum tersebut lasung dituangkan dalam bentuk Pergub.

Sebab menurutnya, lebih ideal jika pemprov DKI Jakarta mengeluarkan Pergub lebih dulu sebelum melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

“Iya, Idealnya keluar pergub dulu baru PKS,” ujar pria yang akrab disapa Coch Faran ini.

Kendati demikian ia juga mengaku tidak ada permasalahan dalam proses pembuatan dasar hukum program OK OCE. Terlebih saat ini prosesnya sudah memasuki tahap finalisasi.

“lebih nyaman dengan pergub, dan sudah mau finalisasi bisa ditanyakan di biro ekonomi,” tutupnya.

Sebelumnya dikabarkan, April 2018 lalu, Bank DKI tercatat sudah menyalurkan kredit permodalan kepada 152 anggota OK OCE dengan program Monas Pemula. Mereka mendapatkan kredit dengan maksimal plafon Rp 10 juta dengan bunga tujuh persen per tahun.

Kredit permodalan ini dianggap berbeda dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) lantaran tidak mewajibkan jaminan atau agunan. Namun kredit ini hanya berlaku bagi perserta OK OCE yang telah memasuki tahap P7 atau7 langkah pasti sukses.

Ketujuh langkah itu adalah pendaftaran, pelatihan, pendampingan, perizinan, pemasaran, pelaporan keuangan, dan permodalan.

BAGIKAN