Daun tanaman diselimuti embun salju tipis di Dieng.

@Rayapos | Wonosobo – Suhu di Gunung Dieng dingin ekstrem, sampai minus 5 derajat Celcius. Embun pun membeku. Warga setempat menamainya Bun Upas, artinya embun beracun.

Tapi, embun bukan beracun bagi manusia. Melainkan bagi tanaman. Jika embun membeku seperti es itu menempel di tanaman selama beberapa waktu, maka tanaman akan layu dan mati.

Biasanya masyarakat menyiasatinya dengan menyiram tanaman pada pagi-pagi buta, sebelum Bun Upas benar-benar bereaksi pada tanaman.

Di kawasan Dieng penduduk bertani kentang dan kol. Mereka sedih, karena tanaman mati. Tahun 2013 lalu, bun upas merusak puluhan hektare lahan kentang.

Sejak subuh hari ini, Jumat (6/7/2018), tanaman di Dieng diselimuti embun beku berwarna putih, bak terkena salju.

Fenomena bun upas terjadi di seputar kawasan Candi Arjuna hingga di Bukit Sikunir, di Desa Sembungan Kecamatan Kejajar, Wonosobo.

Bun upas biasa terjadi di Dieng saat puncak musim kemarau. Ditandai penurunan suhu di bawah 5 derajat sampai minus 5 derajat Celcius.

Baca Juga:

Embun beku atau disebut juga frost ini terjadi saat suhu Dieng sangat dingin, hingga di bawah lima derajat Celcius.

Bun Upas terjadi antara bulan Juli hingga Agustus, saat musim kemarau sedang terjadi. Puncaknya biasanya berlangsung tiga hari.

Tahun ini sudah muncul sejak Juni. Pada Senin (11/6/2018), embun beku telah muncul di dataran tinggi Dieng. Namun saat itu, embun beku yang muncul masih tipis, tak setebal hari ini.

Embun beku adalah fenomena yang cukup langka di Indonesia. Saat Bun Upas dilaporkan terjadi di Dieng, banyak wisatawan yang ingin pergi ke sana.

Namun, waktu pasti datangnya bun upas cukup sulit diprediksi, karena bergantung pada cuaca. (*)

BAGIKAN