Surat edaran target zakat yang heboh (FOTO: Ist)

@Rayapos | Jakarta – Pengumpulan zakat di sejumlah kelurahan di Jakarta terus menjadi perbincangan di jagat maya. Polemik ini ada bermula dari surat edaran pihak Kelurahan Cilandak Barat yang menargetkan minimal pihak RT mengumpulkan zakat dari masyarakat minimal Rp 1 juta per RT, melalui surat edaran Map gerakan amal sosial Ramadhan (GAR) Tahun 1439 hijriah atau 2018.

Surat edaran Map Gar yang terbitkan Kelurahan Cilandak juga mematok denda atau sanksi sebesar Rp 1 juta bagi warga dan pengurus RT yang tidak mengemalikan Map tersebut.

Seperti tercantum dalam pembukaan edaran tersebut, sejatinya surat Map Gar dari kelurahan kepada sejumlah pengurus RT hanya menindaklanjuti seruan Gubernur DKI Jakarta nomor 3 tahun 2018 tentang Penunaian Zakat Infaq Shodaqoh dan Amal Sosial Para Pengusaha (Perorangan dan Perusahaan dan Masyarakat Umum).

Padahal surat seruan yang ditandatangani Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tanggal 20 Maret 2018 itu, sama sekali tidak memuat jumlah target atau besaran nominal terkait pengumpulan dana zakat dari masyarakat. Surat seruan Gubernur juga tidak memuat paksaan atau sanksi apabila pengumpulan dana zakat tidak memenuhi target.

Seruan itu justru dibuka dengan ucapan Syukur Gubernur DKI Jakarta atas datangnya dan kembali bertemu dengan bulan suci Ramadhan. Dengan datanganya bulan yang penuh rahmat dan ampunan, Gubernur meminta agar masyarakat bersama pemerintah Provinsi DKI untuk mengisi dengan kegiatan yang bersifat amal.

Setidaknya ada dua poin yang diserukan oleh Gubernur Anies Bswedan, pertama melalui momentum Ramadhan Pemerintan Provinsi DKI Jakarta menyerukan kepada para pengusaha dan masyarakat umum untuk menunaikan kewajiban zakatnya sebesar 2,5% (dua koma lima persen), baik zakat pribadi maupun perusahaan dari harta yang dimiliki dan laba bersih perusahaan sesuai dengan ketentuan agama, baik di bulan Ramadhan maupun bulan-bulan lainnya.

Seruan kedua, Gubernur meminta untuk memperbaryak infaq/shadagah dan amal sosial, sebagai wujud kepedulian terhadap sesama melalui BAZIS Provinsi DKI Jakarta. Dalam surat itu juga dipastikan anggaran Zakat Infaq, Shadagah dan amal sosial dari masyarakat akan disalurkan kepada mereka yang berhak sesuai dengan fungsi dan tujuannya.

Surat seruan ini juga mengacu kepada Peraturan Peraturan Gubemur Nomor 51 Tahun 2006 tentang Juklak pengumpulan dana BAZIS Provinsi DKI Jakarta.