Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto. Foto: Dok Rayapos

@Rayapos | Jakarta – Elektabilitas Jokowi cenderung stagnan pada Juli 2018, sedangkan Prabowo naik pesat. Hasil itu berdasarkan data Lembaga survei politik Alvara Research Center.

Sebelumnya, Alvara Research Center melakukan survei nasional pada Februari dan Mei 2018.

“Jika dibandingkan dengan hasil survei sebelumnya, elektabilitas Jokowi dan Prabowo meningkat. Jokowi sebelumnya di angka 46,8, sekarang 48,4. Menariknya, kenaikan Prabowo cukup tinggi, dari 27,2 persen menjadi 32,2 persen,” kata Harry Nugroho, Chief Research Officer Alvara Research Center, dalam siaran pers, Jumat (3/8/2018).

Baca juga:

Wuihh, Harta Bacaleg Asal Papua Ini Mencapai Rp 20 Triliun

Kasus Video Porno Luna Maya dan Cut Tari Masuk Praperadilan

Denada Ungkap Kondisi Buah Hatinya, Rambutnya Rontok..

Alvara menggelar survei nasional pada 20-28 Juli 2018. Riset ini menggunakan multistage random sampling dengan melibatkan 1.142 responden berusia 17 tahun ke atas.

Sampel diambil di seluruh provinsi di Indonesia, dengan jumlah sampel tiap provinsi proporsional terhadap jumlah penduduk. Rentang margin of error sebesar 2,95 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Kandidat di luar Joko Widodo dan Prabowo Subianto belum menonjol. Elektabilitas kandidat-kandidat di luar Joko Widodo dan Prabowo masih sangat rendah. Berikut hasil survei elektabilitas capres cawapres selengkapnya:

ELEKTABILITAS CAPRES (%):

Joko Widodo 48,4
Prabowo Subianto 32,2
Jusuf Kalla 1,5
Agus Harimurti Y 1,4
Gatot Nurmantyo 1,2
Hary Tanoesoedibjo 1,1
Nama lain 4,5
Belum memutuskan 12,0

HEAD-TO-HEAD CAPRES (%):

Joko Widodo 52,6
Prabowo Subianto 35,4
Belum Memutuskan 12,0

Joko Widodo 55,6
Gatot Nurmantyo 6,3
Belum Memutuskan 38,1

Joko Widodo 55,7
Anies Baswedan 6,2
Belum Memutuskan 38,1

BAGIKAN