Salah satu Unit Karang Taruna Jakarta Barat

@Rayapos | Jakarta – Pemprov DKI Jakarta memasukan Rp16,3 Milliar dalam KUPA-PPAS tahun anggaran 2019. Anggaran tersebut dialokasikan untuk Unit Karang Taruna (UKT) di tingkat RW.

Plh Kepala Dinas Sosial Mariana menjelaskan, semula UKT bakal diberikan anggaran sebesar Rp250 ribu per bulan. Namun akhirnya Gubernur DKI Jakarta menambahkan anggaran itu menjadi Rp500 ribu per bulan.

Baca juga:

Diperiksa Polisi, Ahmad Dhani Pakai Kaos Tauhid, Alasannya Unik

Jokowi Sebut Politik Sontoloyo, Gerindra Kritik Keras, Begini Katanya

“Tapi kemudian ditambah sama Gubernur jadi Rp500 ribu,” kata Maria saat rapat dengar pendapat dengan komisi A DPRD DKI, di Kebon Sirih, Kamis (25/10/2018).

Dia menjelaskan, sebelumnya di pergub nomor 8 tahun 2012 tentang karang taruna, dana tersebut hanya diberikan untuk tingkat provinsi.

Mulai tahun depan, kata dia kebijakan tersebut bakal diubah, lantaran gubernur ingin kegiatan karang taruna juga menggerakan kewirausahaan.

“Gubernur ingin kegiatan karang taruna, tidak hanya menyangkut kegiatan sosial, budaya dan kemasyarakatan, tapi juga kewirausahaan hingga tingkat RW,” ungkapnya.

Kendati demikian, anggaran tersebut tidak bisa dicairkan setiap bulan, tapi pencairannya dilakukan per enam bulan sekali.

“Dananya dititip di kelurahan,” kata dia.

Ia menambhakan, karena cantelan hukum anggaran ini belum ada dalam pergub nomor 8 tahun 2012 tentang Karang Taruna, gubernur pun berencana untuk merevisi pergub tersebut.