Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M. Taufik (FOTO: RAYAPOS/KEMAL MAULANA)

@Rayapos | Jakarta – Gerindra DKI Jakarta sudah tidak mau pusing dengan urusan pergantian kursi Wakil Gubernur (Wagub) Jakarta.

Sebagai ketua pemenangan Prabowo-Sandiaga di Jakarta, Ketua DPD Gerindra Mohammad Taufik menyatakan bakal berkonsentrasi penuh pada pilpres dan pemilu untuk memenangkan Prabowo-Sandiaga.

“Saya kira agenda memenangkan Prabowo-Sandi di pilpres dan memenangkan Gerindra diajang pemilu jauh lebih penting ketimbang pusing ngurusin kursi wagub,” ujar Taufik saat berbincang-bincang dengan wartawan Rabu malam di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, (29/11/2018).

Baca juga:

VIDEO: Ceramah Habib Bahar yang Hina Jokowi PKI dan Kerempeng

Terhimpit Ekonomi, Tukang Roti Nekat Bakar Diri

Menurut Taufik, pihak Gerindra sendiri sebenarnya sudah berusaha cepat agar proses pemilihan Wagub DKI berlangsung cepat dengan sama-sama sepakat memhentuk Badan Seleksi Wagub.

Taufik malah heran, jika sekarang ada upaya PKS menolak pembentukan Badan Seleksi yang dibentuk ujtuk melakukan fit and propert calon wakil Gubernur.

“Disitu nama cawagub yang akan disodorkan ke meja DPRD Jakarta harus lolos fit and propert tes terlebih dahulu. Namun sekarang PKS malah mau menolak’kesepakatan itu. Ini kan aneh,” tutur Taufik.

Atas dasar itulah menurut Wakil Ketua DPRD Jakarta, pihaknya sudah tak mau meributkan lagi soal pemilihan wagub. Apalagi sambung Taufik, Gubernur Jakarta Anies Baswedan masih terlihat nyaman meski bekerja tanpa ada seorang wagub hampir tiga bulan ini.

Baginya kekosongan kursi DKI II tidak terlalu memberatkan Anies sebab, dia pun menganggap Anies belum terburu-buru mesti belum memiliki pendamping.

“Di Pemprov DKI itu kan ada namanya Deputi Gubernur. Kalau tidak salah ada empat deputi gubenur. Di tambah TGUPP, Team ini team itu, semuanya sudah tersistem, Anies juga biasa saja, mengoptimalkan empat orang deputi ini untuk membantu tugas-tugasnya,” terangnya.

Selain itu dia menjelaskan, untuk pemilihan wagub ini tak ada aturan yang mengharuskan berlangsung cepat. Atau tidak memiliki batas waktu.

Lagi dia menambahkan, jika pihak eksekutif dan legislatif sebenarnya memang belum terburu-buru untuk menetapkan wagub baru pengganti Sandiaga Uno.

“Anies juga biasa saja, gak ada ada yang terburu-buru kan ramai dia media saja, yang pengen buru buru mau ganti wagub malah wartawan,” tutupnya.

BAGIKAN