Ilustrasi IStock

@Rayapos | Jakarta – Jumlahorang bunuh diri di Indonesia meningkat. Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia WHO, dari 4,3 persen di tahun 2012 jadi 5,2 persen di 2016.

Salah satu kasus yang baru-baru ini sempat viral di linimasa Twitter adalah kasus Afif Dhia Amru (21) yang bunuh diri dengan meminum cairan arsenik.

Afif yang sedang kuliah jurusan DKV di salah satu kampus swasta daerah Tangerang ini diduga depresi.

Soalnya postingan terakhir di akun twitternya @afifdhiaamru berisi rasa putus asa.

Isinya, “Gua gamau terus menerus jadi benalu di lingkungan gua, so kayanya lebih baik gua enyah dari muka bumi ini, bye!”

Selain kasus Afif, ada juga mahasiswa berinisial RD (19) yang juga diduga depresi karena masalah keluarga yang dialaminya.

Akhirnya, dia memilih terjun bebas dari lantai 12 gedung mess UBM Housing pada Selasa (22/1/2019).

Dua kejadian ini benar-benar menggambarkan bahaya depresi. Jadi apa sih depresi itu?

Depresi adalah sebuah penyakit medis umum dan serius, yang membuat penderitanya memiliki perasaan, cara berpikir, dan cara bertindak yang negatif.

Depresi juga bisa memberikan perasaan menderita yang tak terhitung dan bahkan kalau sudah parah sampai bisa membuat penderitanya bunuh diri.

Gejala depresi diketahui jauh sebelum menjadi parah. Dilansir dari psychiatry.org ada beberapa gejala depresi dari yang ringan hingga berat.

Mulai dari merasa sedih yang tidak teratasi, sampai jadi bisa tidak menyukai aktivitas yang awalnya suka banget.

Nafsu makan juga akan terpengaruh. Bisa jadi nggak mau makan sama sekali atau bahkan makan terus. Badan bisa naik drastis atau turun drastis padahal tidak sedang diet.

Gejala lain, susah tidur atau malah tidur terus. Lalu kehilangan energi atau suka capek sampai sulit berpikir, susah konsentrasi, atau labil dan susah ambil keputusan.

Gejala lain, tiba-tiba orang itu suka melakukan sesuatu tanpa tujuan. Contohnya, suka meremas tangan, mondar-mandir, atau suka memperlambat gerak dan omongan.

Penderita suka merasa ia tidak berharga atau bersalah, sampai yang paling parah adalah kalau dia sudah berpikir soal kematian atau mau bunuh diri.

Seperti kejadian Afif tadi dan tweet-nya yang bilang , “Lebih baik gua enyah dari muka bumi ini.” Ini termasuk gejala depresi yang parah.

Sayangnya, sekitar setengah dari orang-orang yang mengalami gejala depresi ini belum sadar penuh bahayanya depresi.

Otomatis mereka juga jadi tidak merasa perlu untuk berkonsultasi atau bahkan berbagi cerita mereka yang menyebabkan mereka se-depresi itu.

Jika anda melihat gejala ini di orang lain, atau bahkan merasakan sendiri gejala ini, anda nggak perlu takut atau malu untuk meminta pertolongan ke orang lain.

Kalau tidak mau ke yang sudah ahli seperti psikiater atau psikolog, anda bisa cerita ke orang yang dipercaya. Soalnya, kalau tidak diobati, depresi ini bisa makin parah dan berlarut-larut. (*)

Baca Juga:

14 Counter Rusak, Ledakan di Mal Taman Anggrek

BAGIKAN