Tanpa Data, Rapat Bahas Retribusi Ganda Tertunda

@Rayapos | Ambon: Pasar Mardika rupanya menjadi lahan panen tersendiri bagi yang berkesempatan yang mengelolanya. Pasalnya, dalam penetapan dan penagihan retribusi, ternyata para pedagang di lokasi Pasar Mardika maupun pedagang kali lima (PKL) disodorkan retribusi ganda oleh pihak pengelola.

Hal ini terungkap saat pihak Komisi II DPRD Kota Ambon menggelar inspeksi dadakan (Sidak) ke lokasi dimaksud, Rabu (25/1) siang, dengan tujuan menemui sejumlah pedagang yang berjualan di seputaran Pasar Mardika. Secara terpisah pihak Komisi juga sengaja menemui UPTD Pasar Mardika yang berlokasi di Gedung Putih (depan pasar Ikan Arumbae).

Temuan yang menyolok dari sidak ini yaitu ditemukannya 2 jenis retribusi yang diberlakukan kepada PKL, yakni karcis retribusi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dan retribusi berdasarkan hasil kesepakatan antar pedagang dan pihak pengelola pasar. Sementara temuan lainnya berupa pengelolaan toilet yang tidak menggunakan karcis, tapi dikenakan tarif bayar. Bahkan, ada sejumlah pedagang yang sengaja dibiarkan berjualan di tempat-tempat yang tidak layak, namun tetap dikenakan retribusi.

Pihak Komisi II DPRD Kota Ambon pun mengundang Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon, usai melakukan sidak. Materi pertemuan antara lain tentang retribusi ganda tadi. Ternyata rapat harus ditunda, akibat pihak Disperindag berdalih tidak membawa data para PKL yang berjualan di Pasar Mardika.

Sekretaris Komisi II DPRD Ambon, Novan Liem, saat dikonfirmasi wartawan, di Balai Rakyat Belakang Soya-Ambon, Kamis (26/1), membenarkan informasi tersebut. ”Dari hasil kunjungan Komisi, kita temukan beberapa jenis tagihan legal dari Pemerintah Kota (Pemkot) yakni retribusi sampah dan ijin tempat penjualan. Kemudian ada tagihan sesuai kesepakatan yaitu retribusi keamanan. Dari hasil dan temuan saat Sidak yang dilakukan Komisi itu, kita langsung mengundang Disperindag untuk mengkonfrontir dan mencocokan data. Namun sayang sekali Disperindag tidak membawa data tersebut. Makanya rapat harus kita tunda sampai hari Jumat, 27 Januari 2017,” ujarnya.

Menurutnya, beberapa temuan Komisi saat sidak antara lain ada pedagang yang berjualan di tempat-tempat yang tidak diperuntukan beraktivitas berdagang. Bahkan ada yang sengaja berjualan di lokasi-lokasi tempat pejalan kaki, tapi tidak ditertibkan, malah justru diwajibkan membayar retribusi. ”Nanti dalam rapat berikutnya baru kita akan membahas persoalan ini. Karena seluruh pedagang yang berjualan di pasar Mardika sengaja menggunakan lokasi yang tidak diperbolehkan untuk berjualan, dan harus ditertibkan. Bukan justru kembali membiarkan mereka dengan mewajibkan membayar retribusi,” jelasnya.

Kesempatan berbeda, Wakil Ketua Komisi II DPRD Ambon, Ahmad Ohorella, menyatakan dari hasil sidak Komisi ada beberapa temuan yang perlu dikonfirmasi dengan Disperindag terkait data para PKL yang berjualan di seputar Pasar Mardika.

Sayangnya, tegasnya, pihak komisi tidak dapat melanjutkan untuk menyandingkan data dengan Disperindag, karena Disperindag sengaja tidak membawa data PKL pasar Mardika. Sehingga rapat Komisi dengan Disperindag kembali ditunda. “Soal data ini penting karena kita ingin sandingkan dengan Disperindag selaku penanggungjawab pasar. Tapi data yang kita minta selama ini tidak pernah disampaikan ke Komisi. Padahal kita sudah minta berulang kali, namun tidak pernah diberikan. Ada apa sebenarnya dengan data ini,” tegasnya.

Diharapkannya, dalam rapat berikutnya yang diagendakan pada Jumat (27/1) nanti, Disperindag dapat hadir membawa serta data PKL yang selama ini dipegang oleh Kabid Perdagangan Disperindag Kota Ambon, Carolina Silooy. Sehingga dapat dibahas dan dicocokan dengan hasil temuan berdasarkan data yang disampaikan UPTD pasar Mardika. ”Data itu ada di Kabid Perdagangan, ketika kita undang katanya sementara sakit sudah dua hari. Jika nantinya Jumat besok tidak juga dibawa, maka kita akan tunda rapat lagi. Makanya kita dari berharap, data tersebut bisa sampaikan ke Komisi pada saat rapat nanti,” pungkasnya.

Comments

comments