Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan (FOTO: RAYAPOS/ANDREW TITO)

@Rayapos | Jakarta – KPK menduga Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menerima Rp 3,65 miliar dari Muhamad Yahya Fuad selaku Bupati Kebumen periode 2016-2021. Duit itu berkaitan dengan perolehan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pada APBN-P 2016.

“Setelah pelantikan (sebagai Bupati Kebumen), MYF (Muhamad Yahya Fuad) diduga melakukan pendekatan kepada sejumlah pihak, termasuk anggota DPR, salah satunya TK (Taufik Kurniawan),” ucap Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (30/10/2018).

Baca juga:

Pakar Aviasi Inggris Ungkap Masalah Mekanis di Pesawat JT-610

24 Kantong Jenazah JT-610 Hanya Potongan Tubuh, Petugas Sulit Identifikasi

Basaria menyebut Taufik diduga dianggap mewakili Dapil Jawa Tengah. Saat itu rencana alokasi DAK sekitar Rp 100 miliar.

“MYF diduga menyanggupi fee 5 persen tersebut, kemudian meminta fee 7 persen kepada rekanan di Kebumen,” sebut Basaria.

Ditempat terpisah, Taufik mengaku akan menghormati keputusan KPK.

“Saya telah diberitahu oleh KPK tentang status saya. Atas keputusan KPK tersebut saya sangat menghormatinya dan akan mengikuti proses hukum tersebut secara baik dan tertib karena saat ini sedang dalam proses penyidikan di KPK,” kata Taufik kepada wartawan, Selasa (30/10/2018).

Taufik berkomitmen kooperatif menghadapi kasusnya. Meski demikian, untuk sementara waktu, dia menyatakan tak bisa memberikan keterangan apapun kepada wartawan.

“Saat ini saya mohon maaf kepada wartawan karena tidak bisa memberikan keterangan apapun karena proses saat ini bersifat pro yustisia,” ujar Taufik.

“Jika saudara-saudara ingin mengetahui lebih lanjut, mohon dapat menanyakan langsung kepada KPK yang merupakan institusi yang berwenang,” imbuh Wakil Ketua Umum PAN ini.