Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan pakai rompi tahanan KPK. Foto: JPNN

@Rayapos | Jakarta – Para elit pejabat Indonesia terkenal gemar mencuri dan terima suap. Itu tampak dari data yang disimpan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (2/11/2018) mengatakan:

Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan adalah wakil rakyat ke-69 yang diproses KPK. Itu hanya di DPR RI saja.

“Gini, kalau tentang anggota DPR RI yang diproses dalam kasus korupsi dan pencucian uang, itu ada sekitar 69 orang sejauh ini,” kata Febri.

KPK berharap, kejadian yang menimpa politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjadi kasus terakhir yang akan ditangani lembaga anti-korupsi itu.

“Tentu kami berharap ini tidak perlu menjadi 70, 71, 72 dan seterusnya. Kalau memang ada kehendak yang sama para anggota DPR RI untuk tidak menerima suap,” kata Febri Diansyah.

“Jadi harapan kami berhenti pada 69. Jika memang ada komitmen yang sama dari anggota DPR RI untuk tidak menerima suap dan melakukan korupsi. Itu poin paling krusial,” sambungnya.

Febri Diansyah mengatakan, jika masih ada anggota wakil rakyat yang menerima suap, kemudian adanya laporan dari masyarakat,

Maka, KPK tak segan-segan memproses dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

KPK juga memaksimalkan hukuman pencabutan hak politik kepada wakil rakyat yang terindikasi melakukan tindak pidana korupsi, karena itu juga bagian dari kewenangan KPK.

“Kami mengapresiasi dan menghargai karena cukup banyak pengadilan-pengadilan sudah punya visi yang sama bagaimana menghadapi korupsi politik itu,” ucap Febri Diansyah.

“Yaitu dengan mencabut, salah satu faktor utama yang membuat mereka melakukan korupsi, yaitu jabatan di sektor politik,” tambahnya.

Baca Juga:

Wakil Ketua DPR Tersangka Koruptor Ditahan KPK, Malah Ketawa

Kronologis Tewasnya Penyelam, Evakuasi Pesawat Lion di Laut

Tampang Boyolali Membuat Prabowo Dipolisikan

Taufik Kurniawan ditahan KPK karena terbelit kasus suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kebumen tahun anggaran 2016.

Taufik Kurniawan diduga menerima Rp 3,65 miliar dari Bupati nonaktif Kebumen Muhamad Yahya Fuad.

Setelah adanya penyerahan uang, dalam pengesahan APBN Perubahan tahun anggaran 2016, Kabupaten Kebumen mendapat alokasi DAK tambahan sebesar Rp 93,37 miliar.

DAK tersebut rencananya digunakan untuk pembangunan jalan dan jembatan di Kabupaten Kebumen. (*)

BAGIKAN