Tekan biaya bongkar muat, Pemkot Tikep gandeng PT Mentariline

@Rayapos.com | Ternate: Guna meningkatkan usaha bongkar muat barang di pelabuhan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan (Tikep) menggandeng pengusaha lokal dalam pertemuan dengan melibatkan Perusahaan Pelayaran Nusantara, Mentariline dalam rangka menjawab kebutuhan masyarakat.

Hal ini disampaikan Walikota Tikep, Ali Ibrahim, kepada wartawan, di Ternate, Sabtu (15/4).

”Selama ini para pengusaha melakukan bongkar muat barang di Ternate. Konsekuensinya akan mengalami harga tinggi dengan tambahan biaya jika diantar ke Tidore dan daratan Oba,” ujarnya.

Dengan dilibatkannya PT Mentariline, jelasnya, guna membangun kerjasama dengan para pengusaha dalam melakukan pengiriman barang langsung dari Surabaya ke Tidore.

Dengan demikian, para pengusahan tidak bakalan terbebani dengan biaya tambahan lagi.

Kehadiran PT Ambra Logistik Mandiri yang bergerak di bidang jasa ekspedisi sebagai anak perusahaan PT Mentariline, tegasnya, kiranya menjawab kebutuhan pengusaha perdagangan, jasa konstruksi maupun pengumpul hasil bumi dan laut.

Pasalnya, pengiriman barang bisa terjadwalkan dan dilakukan secara kontinyu setiap bulannya.

”Bongkar muat perdana di Tidore Kepulauan rencananya dilakukan tanggal 23 April mendatang,” jelasnya.

Menyongsong perwujudan kerjasama itu, terangnya, maka seluruh instansi terkait harus bersinergi melakukan persiapan dan mendukung Otoritas Pelabuhan Trikora.

Antara lain menggelar rapat bersama TKBM, membicarakan penetapan biaya TKBM dan hal-hal teknis pelaksanaan bongkar-muat, baik di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya maupun di Pelabuhan Trikora.

Kesempatan berbeda, Director Operational PT Mentariline, Anthony Sunardi Sudartan, saat dikonfirmasi, menjelaskan perusahaannya menawarkan jasa pengangkutan barang dari Surabaya langsung melakukan bongkar muat di Pelabuhan Trikora Tidore.

Kemudahan yang ditawarkan pihaknya, jelasnya, yakni penawaran harga angkutan yang lebih murah dibandingkan dengan perusahan lain yang sejenis.

Selain itu, tambahnya, pihaknya juga menerima klaim jika ada barang rusak karena kebocoran kontainer dengan waktu pengiriman yang pasti per 14 hari dengan rute Surabaya-Tidore-Bacan.

”Prosedur pengiriman sederhana dan kuota tidak dibatasi, proses bongkar-muat pun tidak terpengaruh cuaca,” pungkasnya.

Comments

comments