Tergiur upah Rp10 juta, ibu rumah tangga selundupkan sabu di alat vital

@Rayapos.com | Batam: Seorang ibu rumah tangga berinisial HKK (34) kedapatan berusaha  menyelundupkan 517 gram sabu  yang ia sembunyikan di alat vital pada bagian tubuhnya.

“(Sabu) seberat 517 gram sabu yang dikemas dalam 4 paket kemasan plastik dan disembunyikan pada 4 tempat yaitu bagian dada sebelah kanan, bagian dada sebelah kiri, bagian luar dan di dalam alat vital pelaku ” terang
Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (Kabid BLI) KPU Tipe B Batam Raden Evy Suhartantyo, Sabtu (15/7/2017).

Barang bukti sabu seberat 517 gram yang disita dari HKK di Batam (Foto: detikcom)
Barang bukti sabu seberat 517 gram yang disita dari HKK di Batam (Foto: detikcom)

HHK  ditangkap petugas keamanan Bea dan Cukai Batam bersama Direktorat Pengamanan BP-Batam saat berupaya  menyelundupkan 517 gram  sabu dari Pasir Gudang, Malaysia ke Pelabuhan feri International Batam Center.

Evy Suhartantyo mengatakan penangkapan tersebut dari hasil temuan pemeriksaan badan (body tapping) oleh petugas keamanan pelabuhan. Dari hasil rontgen di rumah sakit, HKK diketahui menyembunyikan sabu itu di bagian tubuh dan alat vital.

Berdasarkan pengakuan pelaku, HKK mendapatkan barang haram itu dari seorang pria dengan sebutan akrab di Malaysia bernama ‘Pak Kecik’. Pelaku mengaku nekat menyelundupkan sabu karena tergiur upah Rp 10 juta untuk membiayai sekolah anaknya.

“Saya butuh dana buat melanjutkan sekolah anak,dengan menjadi kurir narkoba saya mendapat upah sebesar 10 juta rupiah ” kata HKK.

Rencananya paket narkotika tersebut akan diserahkan pada penerima di Batam bernama Hamdan. Petugas Bea dan Cukai Batam berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepulauan Riau melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku, untuk mengungkap jaringan internasional yang disinyalir bersembunyi di Batam.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY