Tersangka selaku Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

@Rayapos | Jakarta – Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin jadi tersangka dugaan suap izin proyek Meikarta. Ia diduga dijanjikan fee izin proyek sebesar Rp13 miliar dari Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro. Namun yang terealisasi baru Rp 7 miliar.

Dalam perjalanan kariernya, Bupati Bekasi dua periode itu sudah beberapa kali melaporkan harta kekayaannya kepada KPK.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Neneng di https://elhkpn.kpk.go.id, Selasa (16/10/2018), Neneng tercatat memiliki total harta kekayaan sekitar Rp73,4 miliar.

Baca juga:

Pengamat: Anies Lebih Matang Tanpa Wagub Sandiaga Uno

Neraca Perdagangan Surplus, Jokowi: Ekonomi Kita Mulai Membaik

Harta kekayaan yang dilaporkan Neneng usai menjadi Bupati Bekasi periode kedua 2017-2022 itu lebih tinggi dari LHKPN miliknya pada 22 Mei 2015 saat masih menjabat Bupati Bekasi periode pertama 2012-2017.

Saat itu, total harta kekayaan Neneng Rp 42,8 miliar dengan utang Rp 5,4 miliar, sehingga harta bersih Neneng senilai Rp 37,3 miliar.

Dalam LHKPN tahun 2018, harta kekayaan Neneng mayoritas merupakan tanah dan bangunan sebanyak 143 aset. Ratusan aset milik Neneng itu tersebar di tiga daerah yakni Bekasi, Karawang, dan Purwakarta dengan nilai total Rp 61,7 miliar.

Selain itu, Neneng juga memiliki dua buah mobil dengan nilai Rp 679 juta yang terdiri dari mobil hibah senilai Rp 200 juta dan mobil hasil sendiri Toyota Fortuner seharga Rp 479 juta.

Kemudian, Neneng juga memiliki kekayaan berupa harta bergerak lainnya Rp 452.7 juta, lalu kas dan setara kas sebesar Rp 9.9 miliar dan harta lainnya senilai Rp 2,2 miliar.

Sebelumnya, tim penyidik KPK resmi menangkap Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, Senin (15/10/2018) malam.

Penyidik KPK menangkap Billy Sindoro setelah sebelumnya mengumumkan yang bersangkutan sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek properti Meikarta.

“Tim telah mengamankan BS pihak swasta. Saat ini sedang dalam perjalanan ke KPK untuk proses lebih lanjut,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta seperti dikutip Kompas.com.

Febri menjelaskan, penyidik KPK menangkap Billy di kediamannya. Setelah tiba di Gedung KPK, Billy langsung menjalani pemeriksaan.

BAGIKAN