Caleg PSI Idris Ahmad (berdiri)

@Rayapos | Jakarta – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengumpulkan dana kampanye saat Pilgub DKI 2017 dari sumbangan warga. Hal ini rupanya menginspirasi politisi muda untuk melakukan hal yang sama.

Salah satunya adalah Idris Ahmad, Caleg DPRD DKI Jakarta Dapil 1 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) nomor urut 01. Ia meniru cara Ahok untuk membiayai ongkos kampanye dirinya.

Ditemui saat acara “Patungan Solidaritas Idris Ahmad” di Jakarta, Jumat (11/1), Idris yang pernah menjadi staf Ahok saat masih menjadi Gubernur DKI Jakarta, memaparkan jumlah dana kampanye yang telah terkumpul dari masyarakat.

Baca juga:

Survei Terbaru, Selisih Elektabilitas Jokowi vs Prabowo Makin Tipis

Ahli Waris Harap BPN Buka Peta Verbonding di Depan Roxy Mas

“Total dana yang terkumpul sampai hari ini baru mencapai Rp 44 juta, dari 26 orang. Sumbangan terkecil mulai dari Rp 50 ribu sampai Rp 15 juta. Meski begitu, saya tidak akan membedakan antara yang nyumbang Rp 50 ribu atau Rp 5 miliar,” kata Idris.

“Selain itu, hak yang pasti Anda dapatkan adalah laporan penggunaan uang Patungan Idris Ahmad, akan saya kirimkan ke email masing-masing penyumbang,” tambah pemuda yang berusia 27 tahun ini.

Meski jumlah yang ia kumpulkan masih jauh dari target pengumpulan, yaitu Rp 521 juta, namun ia tidak terpaku pada dana kampanye saja. Karena kunci kemenangan Idris terletak pada gagasan serta semangat untuk membangun Jakarta lebih baik.

Transparansi anggaran dan kegiatan adalah hal yang Idris tawarkan ketika ia nanti duduk di kursi parlemen DKI Jakarta.

Selain itu, mendengar aspirasi masyarakat secara langsung, juga menjadi cara Idris untuk meraih kepercayaan publik agar memilih dirinya. “Sampai saat ini sudah sekitar 5 ribu orang sudah saya temui sewaktu saya blusukan ke dapil saya,” ujarnya.

Idris juga memastikan diri, mulai saat ia blusukan hingga nanti terpilih menjadi anggota DPRD DKI, ia menjamin akan terus melayani keluhan masyarakat apabila warga menghubunginya.

“Nomor telepon saya di 0812-1111-6112 akan tetap bisa dihubungi sebagai sarana aspirasi dan aduan masyarakat. Sebagai jaminan, jika sekali saja saya sulit dihubungi, bapak-ibu silakan tidak memilih saya,” pungkasnya.

BAGIKAN