Bupati Lombok Utara, Najmul Ahyar

@Rayapos | Lombok Utara – Menyusul terjadinya gempa bumi yang terjadi di wilayahnya, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari. Status tersebut mulai berlaku tangga 29 Juli hingga 5 Agustus 2018.

“Menurut analisa valid BMKG tidak berpotensi tsunami. Masyarakat tetap tenang, tetap siaga dan selalu berkoordinasi dengan aparat setempat,” ungkap Bupati Lombok Utara, Najmul Ahyar di Lombok Utara, NTB, Senin (30/7/2018).

Lebih lanjut Najmul mengatakan bahwa pihaknya terus memonitor, identifikasi, dan melakukan evakuasi sebagai upaya penanganan korban terdampak gempa. Berdasarkan data yang dihimpun Pemkab, jumlah warga terdampak gempa sekitar 6.237 jiwa dari 4.047 KK.

Baca Juga:

TNI Kirimkan Tim Kesehatan Ke Lombok

Kapitra dengan GNPFU Berebut Merek 212

“Sebanyak empat orang meninggal dunia karena tertimpa reruntuhan, 39 orang lainnya mengalami luka-luka dan sedang menjalani perawatan,” kata dia.

Adapun kerusakan infrastruktur juga terjadi akibat gempa, menurut Najmul, 263 rumah warga mengalami rusak. Kerusakan terdiri dari 148 rumah rusak ringan, 74 rumah rusak sedang, dan 41 rumah rusak berat.

“Kerusakan juga menimpa sarana ibadah seperti dua masjid, satu mushala, dan satu pura,” tukasnya.

BAGIKAN