Terkena Imbas El Nino, Kekeringan Dan Kelaparan Mulai Landa 39 Desa di Provinsi Nusa Tenggara Timur

Musim kering di tahun 2017 diprediksi akan lebih panjang (Foto: Istimewa)

@Rayapos | Kupang: Fenomena El Nino di Nusa Tenggara Timur  (NTT), mengakibatkan 39 desa di Kabupaten Nagekeo Timor Tengah Selatan mengalami kekeringan dan beberapa desa sudah mulai terancam kelaparan. Warga desa di Kabupaten Nagekeo dan NTT saat ini kesulitan memperoleh air bersih untuk minum dan masak.

Kekeringan ini sudah terjadi sejak Maret 2016, namun sampai saat ini pemerintah setempat belum memberikan bantuan air bersih ke lokasi desa yang mengalami kekeringan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo, Bernabas Lambar mengaku belum bisa memberikan bantuan, karena keterbatasan sarana dan anggaran pada saat ini.

“Kondisi kekeringan sudah semakin parah, tapi BPBD belum bisa bergerak memberikan bantuan air bersih, karena kami tidak memiliki truk tanki untuk menyalurkan bantuan air bersih. Anggaran kami juga sangat terbatas. Tapi BPBD terus berkordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk segera memberikan bantuan pada warga,” ujar Bernabas di Kupang, Selasa (5/4).

Saat ini, bantuan air bersih pada warga desa di Nagekeo, datang dari organisasi non pemerintah Plan International, dengan menyalurkan air bersih menggunakan 9 truk tanki ke 39 desa. Setiap desa mendapatkan 5.000 liter air setiap hari selama 30 hari ke depan, atau hingga 30 April 2016.

“Jumlah pasokan itu memang belum ideal, air minum yang didistribusikan tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan air minum, bukan untuk kebutuhan domestik rumah tangga. Kesehatan anak-anak menjadi prioritas kami. Dalam pendistribusian air ini, kami berkoordinasi dengan pemerintah di level desa, dan juga relawan desa, agar mendahulukan kepentingan anak,” tegas Wahyu Kuncoro, Program Advisor Pengelolaan Risiko Bencana Plan International Indonesia.

Setiap desa yang menerima bantuan air bersih, terlebih dulu diberikan dua tangki air berkapasitas 2.200 liter, yang dilekatkkan di kantor desa atau di tengah pemukiman penduduk, dan diharapkan menjangkau 26 ribu jiwa lebih di Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Dari jumlah itu, sekitar 15 ribu adalah anak-anak.

LEAVE A REPLY