Pramugari AirAsia (Foto : Ilustrasi)

@Rayapos | Jakarta – Media negeri jiran Malaysia sedang ramai membicarakan surat protes yang dilayangkan seorang perempuan warga negara Selandia Baru mengenai seragam pramugari salah satu maskapai penerbangan Malaysia yang dianggap terlalu seksi.

Sejumlah media online setempat mengunggah foto surat Dr June Robertson yang ditujukan kepada seorang anggota Majelis Nasional atau Dewan Perwakilan Rakyat Malaysia, Datuk Hanafi Mamat.

Foto Capture surat Dr June Robertson yang kirimkan kepada anggota Dewan Negara Malaysia
Foto Capture surat Dr June Robertson yang kirimkan kepada anggota Dewan Negara Malaysia

Dalam surat tersebut, Dr June Robertson mengaku terganggu melihat para pramugari berseragam merah yang ketat dan seksi mondarar-mandir di depan penumpang.

Ia menyarankan kepada Dewan Negara untuk membuat peraturan tentang seragam pramugari yang lebih sopan.

“Robertson menulis surat ini setelah membaca laporan berita di Selandia Baru soal penolakan saya terkait pramugari yang seksi,” kata Datuk Hanafi.

Baca juga :  Menhub Beri Penghargaan Kepada Pramugari Garuda Indonesia

Dalam suratnya, Robertson mengatakan bahwa ia mengunjungi Malaysia setidaknya dua kali dalam setahun. Hal itu rutin dilakukan sejak sepuluh tahun terakhir.

Robertson bercerita, saat dalam penerbangan dari Auckland, Selandia Baru menuju Kuala Lumpur, ia mendapati seorang pramugari yang bertugas di kelas bisnis membiarkan bajunya sedikit terbuka, sehingga bagian dadanya terlihat jelas saat ia membungkuk.

Dikutip dari Mynewshub, seorang mantan kru kabin AirAsia yang tak disebutkan identitasnya mengomentari cara June menyampaikan kritikannya.

“Saya tidak bisa menerima cara dia menyampaikan hal ini, ada cara yang lebih baik dan sopan untuk menyampaikan isi pikiran kita,” kata dia, kepada Malaysian Digest, setelah lebih dulu menyampaikan rasa penghargaannya atas masukan June itu.

Baca juga : Stss, Ini Kode Khusus Pramugari Liat Penumpang Ganteng

Sebelumnya, Datuk Hanafi menyarankan agar pemerintah mengenalkan pakaian yang sesuai dengan syariah kepada pramugari di semua maskapai Malaysia.

“Sudah saatnya pemerintah memberikan aturan seragam baru untuk menggambarkan Malaysia sebagai negara Islam,” katanya.

Masalah seragam seksi pramugari maskapai penerbangan Malaysia itu sebelumnya juga santer dibahas di rapat Dewan Negara.

Senator Datuk Abdullah Mat Yasim menyebut, maskapai AirAsia dan FireFly adalah contohnya.

Seragam pramugari AirAsia yang berwarna merah menyala dan seragam pramugari Firefly yang berwarna oranye dianggap “terlalu terbuka” olehnya.

Baca juga : Terbang ke Indonesia, Vietjet pastikan pramugari tidak berbikini

Abdullah berpendapat bahwa pakaian yang mencolok itu tidak mencerminkan ajaran Islam — agama mayoritas di Malaysia — sebagaimana tercantum dalam konstitusi Negeri Jiran.

“Malaysian Aviation Commission (MAVCOM) harus benar-benar memperhatikan permasalahan ini,” katanya saat memperdebatkan RUU MAVCOM (Amendemen) 2017 di parlemen, dilansir New Straits Times, Selasa (19/12/2017).

Abdullah mengatakan, cara berpakaian para pramugari itu bisa memicu gairah para penumpang pria, terutama kaum muda.

Senator Datuk Megat Zulkarnain Omardin, yang juga Sekretaris Jenderal Malaysian National Silat Federation (PESAKA), sependapat dengan Abdullah. Ia menyarankan agar desain seragam pramugari diubah.