Korban pembunuhan, Ferin Duah Anjani (21). Facebook

@Rayapos | Blora – Pembunuhan caddy golf Ferin Diah Anjani (21) menghebohkan Blora, Jawa Tengah. Hasil penyidikan polisi, Ferin dibakar hidup-hidup.

“Memang, korban sudah pingsan. Tapi saat dibakar, korban dalam kondisi hidup,” kata Kapolres Blora, AKBP Saptono, kepada wartawan di kantornya, Selasa (7/8). Itu berdasar pengakuan tersangka KA yang kini ditahan polisi.

Dijelaskan Saptono, KA dan Ferin berkenalan di media sosial. Setelah mereka akrab berkomunikasi di medsos, mereka kemudian janjian kopi darat, bertemu langsung. Mereka bertemu di sebuah hotel di Semarang.

Di dalam hotel, KA mengetahui harta yang dimiliki Ferin. Antara lain, perhiasan, HP, uang. Itulah yang diincar KA terhadap korban.

Kemudian KA memukul Ferin pada bagian kepala. Ferin pingsan. Tapi masih hidup. Saat itulah semua harta korban dilucuti. Belum diketahui, apakah ada perkosaan atau mereka berhubungan seks, atau tidak.

Tubuh Ferin lantas dibungkus sprei hotel. Dibawa oleh KA ke Blora. Karena KA berasal dari Blora, sehingga dia tahu seluk-beluk Blora.

Sampai di Jalan Raya Todanan-Kunduran, pelaku berhenti. Itu dekat hutan jati. Pelaku menurunkan tubuh korban. Diseret ke arah hutan jati di wilayah Desa Sendangwates, Kecamatan Kenduran, Blora.

Ferin dibakar KA, meskipun tubuhnya masih bergerak, berusaha berontak.

Kronologis Kejadian

Pembunuhan sadis ini terungkap berawal dari penemuan mayat perempuan dalam kondisi hangus terbakar di hutan jati Blora. Korban kemudian diketahui bernama Ferin Diah Anjani (21), bekerja sebagai caddy golf di Semarang.

Selasa, 31 Juli 2018

Ibu Ferin, Kiswati, mengatakan, Ferin, anak keempat dari lima bersaudara, sudah sekitar 2 tahun indekos di Siliwangi Resident, Semarang. Dia jadi caddy. Pada Selasa, 31 Juli 2018 Ferin pamit ke rekan kosnya, pergi menemui teman lelakinya.

“Tanggal 31 meninggalkan kos. Bilang ke temannya, mau ketemu teman cowoknya. Dia naik Grab dipesankan temannya,” kata Kiswati di rumah duka, Selasa (7/8/2018).

Sekitar pukul 20.00 – 21.00 WIB di hari itu, teman korban masih bisa menelepon. Dalam komunikasi terakhir itu, korban mengatakan akan pulang.

“Terakhir yang kontak temen satu kos. Bilang mau pulang, tapi ternyata ndak pulang-pulang,” tuturnya.

Rabu, 1 Agustus 2018

Warga menemukan sesosok mayat perempuan. Hangus terbakar di hutan jati Desa Sendangwates, Kecamatan Kunduruan, Kabupaten Blora.

Polisi datang ke TKP. Polisi belum tahu identitas mayat karena kondisinya yang hangus dan wajahnya rusak. Beberapa alat bukti diamankan dari lokasi penemuan mayat, di antaranya cincin dan celana dalam.

Kamis, 2 Agustus 2018

Keluarga Ferin lapor polisi, membuat laporan orang hilang di Polrestabes Semarang. Ia juga mencari tahu lewat adik Kiswati yang anggota kepolisian.

Di saat Kiswati cemas menunggu, dia mendengar kabar, ada pembunuhan di Blora. “Waktu itu saya ndak ngeh (menduga) kalau itu Ferin,” tandasnya.

Adik Kiswati kemudian meminta foto Ferin. Untuk dicocokkan dengan jenazah dalam berita itu. Sejumlah ciri terlihat sama. Kemudian Kiswati dihubungi kepolisian Blora.

“Dikirim foto antingnya, benar sama. Saya hafal anting anak saya. Kemudian ditanya cirinya, giginya pakai pemutih dan giginya kelinci, benar, tinggi sekitar 155 cm juga benar,” pungkasnya.

Jumat, 3 Agustus 2018

Mayat yang saat itu belum terungkap identitasnya kemudian dimakamkan di pemakaman umum Jlombang, Blora. Pemakaman disegerakan, mengingat kondisi mayat yang sudah tersimpan di RSUD dr Soetijono Blora selama 2 hari.

Di hari yang sama, polisi membuat dua tim Resmob yang menyasar sejumlah wilayah untuk mengungkap kasus ini. Hingga akhirnya pencarian dikerucutkan di Semarang.

Sebab, Polrestabes Semarang mendapatkan laporan orang hilang dengan ciri-ciri yang sama dengan mayat yang ditemukan di Blora. Polisi akhirnya mendatangi keluarga Ferin di Semarang.

“Kita datangi rumah keluarga korban, kita bawa barang bukti anting milik korban yang sebelumnya sudah kita amankan. Saat kita tunjukkan, ternyata dari keluarga mengenali anting itu dan membenarkan kalau itu anting milik korban,” kata Kasatreskrim Polres Blora, AKP Heri Dei Utono kepada wartawan, Selasa (7/8).

Berikut videonya:

Selasa, 7 Agustus 2018

Polisi menyampaikan kepada media bahwa mayat hangus itu adalah Ferin. Pada hari yang sama, polisi membongkar makam Ferin. Sejumlah keluarga dan kerabat hadir saat makam Ferin dibongkar.

Siang itu juga jenazah Ferin langsung dibawa ke Semarang untuk dicocokkan DNA-nya dengan keluarga.

Baca Juga:

Proyek Rusun DKI Dicoret, Pengamat Nilai Anies Tak Suka Kebijakan Ahok

Pacaran Usia Muda, Syifa Hadju dan Pasangan Saling Cemburu

Dilaporkan KDRT, Nikita Mirzani: Perempuan Masak Aniaya Laki-laki

Sorenya, polisi menangkap seorang pria berinisial KA. Polisi belum menjelaskan detail soal penangkapan KA. Masih dilakukan penyelidikan. Tapi dugaan polisi, KA dicurigai kuat. Ternyata KA memang pelaku pembunuhan Ferin.

Kapolres Blora AKBP Saptono saat ditemui wartawan menjelaskan, pelaku ditangkap dalam kurun waktu 24 jam setelah identitas korban berhasil diungkap.

“Alhamdulillah dalam waktu 24 jam dari pengungkapan identitas sudah bisa kita ungkap pelakunya,” papar Saptono. Kini KA ditahan polisi. (*)