ilustrasi

@Rayapos | Jakarta – Indahnya fenomena Trilogi Supermoon, rupanya berdampak pada tingginya permukaan air laut. Diprediksi, ini akan terjadi pada awal Januari sampai akhir Januari 2018.

“Masyarakat di sekitar pesisir pantai dihimbau tetap waspada dan siaga terhadap peningkatan pasang air laut maksimum yang dapat mengakibatkan terjadinya banjir Rob,” ujar Kepala Humas BMKG, Hary Tirto Djatmiko, kepada Rayapos.com , pada Senin (1/1/2018).

Baca juga: Siap-Siap, Supermoon Dapat Disaksikan di Awal Tahun 2018

Selain itu, Hary mengatakan, fenomena supermoon ini dapat disaksikan diawal tahun 2018 dan ditutup diakhir bulan Januari 2018.

Seperti diketahui, fenomena supermoon merupakan fenomena astronomi alamiah, yang biasa terjadi dengan selisih waktu terdekat antara bulan dalam fase purnama dan bulan berada di perigee.

Baca juga: Anies Angkat Tema Acara Malam Tahun Baru ‘Harmoni Jakarta’

Pada saat itulah para ahli menyebutnya sebagai Purnama Perigee atau lebih dikenal sebagi supermoon, dimana bulan 14% lebih besar dan 30% lebih terang dari ukuran pada saat purnama biasa.

Tak hanya itu, purnama perigee kali ini menjadi supermoon pembuka pada tiga rangkaian supermoon yang berdekatan. Oleh karena itu disebut sebagai Fenomena Trilogi Supermoon.

Editor: Danang

BAGIKAN