Tersangka Korupsi Gardu PLN Segera Disidangkan

rayapos.com - Gardu PLN
Pekerja melakukan pengecekan di Gardu Induk Tegangan Tinggi (GITET) di Tangerang, Balaraja Timur, Banten, Selasa (23/2). Untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan, termasuk untuk mendukung pertumbuhan ekonomi negara, PLN kembali menambah pasokan listrik untuk memperkuat sistem kelistrikan di Wilayah Jakarta dan sekitarnya dengan mengoperasikan 3 unit Gardu Induk dan 1 Unit UGC yaitu Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kilo Volt (kV) Balaraja, Interbuse Trafo (IBT) unit #4 1x500MVA, Gardu Induk (GI) 150 kV Millenium 2x60MVA dan UGC 150 kV Bintaro II - GIS New Bintaro sepanjang 4,7 Kilometer Sirkuit (kms). (Foto: Ilustrasi-Antara/MUHAMMAD ADIMAJA)

@Rayapos | Jakarta: Tersangka dugaan korupsi pengadaan gardu induk 150 KV pada jaringan Jawa Bali dan Nusa Tenggara tahun anggaran 2011 dan 2012, Hengki Wibowo segera disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Hari ini dilakukan pelimpahan tahap dua (tersangka dan barang bukti) dari Kejati DKI kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasie Penkum) Kejati DKI, Waluyo kepada Antara di Jakarta, Senin.

Pelimpahan tahap dua tersebut, kata dia, baru dilakukan saat ini setelah sebanyak dua kali yang bersangkutan mangkir dari pemanggilan karena alasan sakit.

Yang bersangkutan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang, Jakarta Timur, ucapnya.

Dalam kasus tersebut, mantan Dirut PLN yang juga mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan pernah ditetapkan sebagai tersangka, namun gugatan praperadilan atas penetapan dirinya sebagai tersangka dikabulkan oleh hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Akibat putusan itu, penyidik Kejati DKI tidak bisa melanjutkan penyidikan kasus tersebut.

Seluruh tersangka kasus itu dijerat dengan Pasal 2, 3 jo Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal 20 tahun.

Megaproyek milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu digarap sejak Desember 2011 dengan target selesai pada Juni 2013. [ant]

Comments

comments