Rumah keluarga Eni Saragih di Jalan Swadaya Nomor 10 RT 4/RW 4, Larangan Indah, Kota Tangerang.

@Rayapos | Tangerang – Tersangka OTT KPK, Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih ternyata kaya mendadak. Itu kata para tetangganya yang diwawancarai wartawan, Sabtu (14/7/2018).

“Dulu rumahnya jelek, kayak rumah petak. Setahun lalu dibangun begitu megah,” ujar seorang tetangga yang keberatan disebut namanya.

Eni, politikus Partai Golkar ini tinggal di Jalan Swadaya Nomor 10 RT 4/RW 4, Larangan Indah, Kota Tangerang. Kata warga, keluarga Eni tinggal di situ sejak 1970-an. Jadi, warga tahu perkembangan rumah tersebut.

“Dia dulu sederhana banget, pokoknya gak kayak sekarang. Rumahnya rumah petak saja,” ujar seorang warga kepada wartawan di lokasi, Sabtu (14/7/2018).

Warga tersebut juga menjelaskan, rumah megah bercat putih itu baru direnovasi sejak tahun 2017. “Sekarang megah banget gaya hidupnya, dulu beda banget sederhana banget,” ujarnya.

Eni sendiri terpilih sebagai anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Timur X meliputi Lamongan dan Gresik sejak sekira empat bulan yang lalu.

Suami Eni, Muhammad Al-Khaziq baru saja terpilih menjadi Bupati Temanggung, Jawa Tengah untuk periode 2018-2023.

Ditangkap di Rumah Idrus Marham

Diberitakan sebelumnya, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah membenarkan informasi beredar anggota DPR RI tersebut diamankan di Rumah Menteri Sosial, Idrus Marham di kawasan Widya Chandra, Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

“Lokasinya memang kebetulan di sana (rumah Mensos). Tentu saja sebelum mengamankan kami memastikan bahwa orang yang diduga terlibat dari perkara yang kita bawa adalah benar, akurat,” kata Febri di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Dikonfirmasi apakah transaksi ‎terjadi di kediaman Idrus Marham, Febri membantah. Menurutnya, anggota DPR tersebut lebih dulu bertransaksi suap, baru kemudian bertolak ke rumah Idrus Marham.

“Setelah kami kroscek di lapangan, ternyata benar ada transaksi. Baru kami amankan sejumlah pihak yang kebetulan di sana. KPK harus memastikan dulu,” kata Febri.

Baca Juga:

Sementara, soal apakah suap itu terkait proyek PLN, Febri menyatakan sejauh ini belum dikonfirmasi karena para pihak yang diamankan masih menjalani pemeriksaan awal. (*)

BAGIKAN