Ahmad Dhani | Foto: Dok Rayapos

@Rayapos | Jakarta – Musisi Ahmad Dhani jadi telah tersangka kasus pencemaran nama baik. Bukan hanya itu, Dhani ternyata juga terjerat kasus tipu gelap. Hal ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.

“Kasus tipu gelap ya? Yang bersangkutan minta dilakukan pemanggilan pada Selasa. Tentunya akan kita berikan,” ujar Barung saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (19/10/2018).

Baca juga:

Soal Jomblo-menjomblo, Anies – Djarot ‘Berantem’

Berkaca Pilkada DKI, Begini Cara Sandiaga Kuatkan Mental Relawan

Barung menambahkan, berbeda dengan kasus pencemaran nama baik di mana Ahmad Dhani ditetapkan sebagai tersangka, di kasus tipu gelap, Dhani masih diperiksa sebagai saksi.

“Ahmad Dhani akan kita periksa masih sebagai saksi pada hari Selasa, sesuai dengan jadwal yang diminta. Kasus ini berbeda ada di Ditreskrimum,” tutupnya.

Sebelumnya, ketika ditetapkan sebagai tersangka, kader Gerindra ini kesal.

“Ini negara cebong atau negara Pancasila? Kok dilarang membenci sesuatu yang buruk? Ini kriminalisasi,” ujar Dhani kepada wartawan, Kamis (18/10/2018).

 

Ia juga mempertanyakan hak masyarakat, untuk mengungkapkan hal yang dianggapnya tidak benar.

“Tidak boleh? Menyatakan kebencian kepada sesuatu yang buruk? Siapa yang marah atas dua penyataan itu? Satu polisi korup, dua, pemimpin munafik,” tulisnya.

Dhani menilai, polisi tak memahami maksud dari ujaran kebencian. Menurutnya ujaran kebencian adalah pernyataan kebencian kepada sesuatu yang baik.

Dhani lalu menjelaskan apa saja yang dimaksud dengan ‘sesuatu hal yang buruk’. Pendukung penista agama, pemimpin munafik dan polisi yang korupsi adalah hal yang buruk.

Menurut Dhani, hanya pendukung penista agama, pemimpin munafik dan polisi yang korupsi lah yang akan tersinggung dengan pernyataannya tersebut. Hal itu berlaku juga dengan kata ‘idiot’ yang menyeretnya ke polisi itu.