@Rayapos | Jakarta – Luca Cadalora mengundurkan dari jabatan pelatih balap Valentino Rossi dan rider performance analyst Yamaha Factory Racing. Keputusan mengejutkan ini diumumkan sendiri The Doctor usai menjalani uji coba pascamusim MotoGP Jerez, Spanyol.

Cadalora, yang pernah mencicipi tiga gelar juara dunia motoGP (saat itu GP500) akhirnya mengungkapkan alasan dirinya mundur. Menurut dia, perpisahan ini dilakukan secara baik-baik, karena ia ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarganya.

“Saya memutuskan berhenti. Saya menjalani tiga tahun yang sibuk namun menyenangkan. Sungguh pengalaman fantastis bersama Vale,” ujar Cadalora, sebagaimana dilansir laman GPOne, Senin (3/11/2018).

“Ia (Rossi) seorang juara yang luar biasa, tak hanya sebagai pebalap tapi juga sebagai manusia. Hal inilah yang membuat saya bertahan selama tiga tahun, saya rasa ini kejutan bagi saya dan dia. Tapi kini saya tak berniat untuk melanjutkannya.”

Cadalora pun ingin tetap berteman baik dengan Rossi, dan tak menutup kemungkinan untuk kembali ke paddock MotoGP suatu saat nanti. Meski begitu, ia yakin bahwa saat-saat sekarang adalah waktu yang baik untuk bersantai di rumah.

“Saya harap pertemanan kami bertahan selamanya. Musim MotoGP sangatlah panjang, sementara saya butuh waktu untuk diri sendiri. Saya punya keluarga, punya dua anak perempuan, dan saya punya hobi yang sudah saya tinggalkan begitu lama,” ujarnya.

Baca Juga:

Dovizioso Pede Desmosedici GP19 Tampil ‘Garang’ Musim Depan

Sengit, AS Roma dan Inter Milan Berbagi Angka 2-2

Mohamed Salah Ingin Raih Gelar Juara Bersama Liverpool

Di lain sisi, Cadalora juga mengaku telah mendapatkan banyak pelajaran dari kolaborasinya dengan Rossi dan Yamaha. Ia mengaku kini memahami betapa hebatnya para mekanik Rossi, yang dulu juga mendampingi Mick Doohan, lawan sengit Cadalora di masa lalu.

“Hubungan saya dengan semua orang sangat baik. Kami bersenang-senang, tapi juga bekerja sangat keras. Para mekanik Vale sungguh luar biasa. Saya berkata pada mereka, ‘Kini aku tahu mengapa Mick Doohan selalu mengalahkanku, karena ia punya kalian’,” tuturnya.

“Tiga tahun ini sungguh menyenangkan, seolah membuat saya kembali balapan selama tiga tahun karena saya selalu merasa seperti di atas motor bersama Vale. Tapi kini saya merasa sudah waktunya untuk berhenti.”