Wadir Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Kombes Panca Putra, bersama jajaran menunjukkan barang bukti korban perdagangan orang di Kantor Bareskrim Polri, Kamis (13/9).

@Rayapos | Jakarta – Gadis inisial ES (16) bisa jadi pelajaran pencari kerja. Dia melamar pekerjaan melalui iklan di Facebook. Ternyata dia dijual ke Malaysia untuk membersihkan kotoran hewan.

Pekerjaan ES yang asal Sukabumi, di Malaysia, dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga (PRT). Tapi pekerjaannya membersihkan kotoran hewan.

Beruntung ES bisa kabur dari majikannya di Malaysia. Dia kabur dibantu orang Vietnam. Akhirnya jaringan perdagangan orang itu diringkus polisi.

Komplotan perdagangan orang itu dilakukan secara terorganisir oleh 7 orang berinisial NL, JS, MI, AS, TM, AS (buron) dan SH (buron).

Wakil Direktur Tindak Pidana Umum (Wadirtipidum) Bareskrim Polri Kombes Panca Putra menceritakan:

Baca Juga:

Tikaman Maut, Tembus Jantung Ella

Lima Tahun Bersama, Luna Maya dan Reino Barack Putus?

Dangdutan Di Atas Kuburan, Kadis Kehutanan Mengaku Kecolongan

Awalnya, ES tergiur dengan tawaran pekerjaan yang dilihat oleh temannya bernama Dewi.

Sedangkan, Dewi mengetahui lowongan pekerjaan itu dari iklan di Facebook. Di situ tertera, ada lowongan pekerjaan baby sitter di Jakarta.

“Temannya (Dewi) yang melihat lowongan itu kemudian memberitahukan korban (ES) kalau ada pekerjaan di Jakarta.” kata Panca di Kantor Bareskrim Polri, Gedung KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (13/9).

Dia lanjutkan: “Setelah korban ES mau dipekerjakan, Dewi menjalin komunikasi dengan tersangka berinisial NL yang bertugas melakukan perekrutan.”

ES pun berangkat ke Jakarta dari Sukabumi.

Dewi melalui telepon, kemudian mengarahkan ES untuk pergi menuju Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Itu terjadi pertengahan Agustus.

Sesampainya di sana, ES dijemput oleh NL. Lalu dibawa NL ke tempat kos ’78 M’ milik JS di kawasan Jakarta Barat.

“JS kemudian meminta AS untuk membuatkan dokumen berupa surat keterangan (suket) e-KTP, Kartu Keluarga (KK) dan akte kelahiran yang semuanya palsu. Hal itu dilakukan karena korban belum cukup umur, jadi umurnya dipalsukan,” ungkapnya.

Kemudian, 16 Agustus, JS memberangkat korban ES menuju Batam dengan pesawat. Tiba di Batam, ES diserahkan kepada AS (buron).

Setibanya di Batam, AS bersama korban kemudian langsung menuju Pelabuhan Batam untuk dibawa ke Kabupaten Bengkalis menemui SH (buron).

Selanjutnya, SH membuatkan ES paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Bengkalis.

“Pada tanggal 23 Agustus, korban bersama SH berangkat ke Muar, Johar Baru, Malaysia atas perintah tersangka TM. Di sana, korban kemudian dibawa oleh seseorang untuk dipekerjakan sebagai PRT,” tutur Panca.

Di Negeri Jiran, NL dipekerjakan di satu rumah besar untuk mengurus hewan peliharaan beserta kebersihan kediaman majikannya.

Ia pun diminta untuk membersihkan kotoran binatang dengan menggunakan tangan tanpa sarung tangan.

“Ia pun tidak tahan dan kabur. Di tengah jalan ia ditanya oleh orang Vietnam, kemudian orang Vietnam itu menghubungi lagi temannya, orang Myanmar,” tutur Panca.

Dia lanjutkan: “Kebetulan, orang Myanmar itu punya istri orang Indonesia. Jadi, klop. NL pun ditolong hingga kemudian kasusnya kami selidiki,” katanya. (*)

BAGIKAN