The Federal Reserve

@Rayapos.com | Jakarta – Trend harga Bitcoin terus naik. Awal tahun ini, nilai Bitcoin masih di kisaran US$ 900. Namun saat ini mata uang virtual itu sudah tembus US$ 10.000 atau Rp 135.000.000 (kurs Rp 13.500/US$).

Ternyata ini mendorong The Federal Reserve (The Fed) untuk memiliki mata uang sendiri. Presiden dan CEO Federal Reserve Bank of New York, William Dudley dalam sebuah konferensi mengungkapkan, Fed sedang mempelajari dan mengeksplorasi ide pembuatan mata uang digital.

Mengutip CNBC, setiap produk yang dikaji berpotensi memiliki nilai yang tinggi di masa depan. Namun ide ini dinilai terlalu cepat jika memperkirakan kapan kajian dan eksplorasi akan selesai dilakukan.

Namun Dudley menjelaskan, bitcoin merupakan aktifitas spekulatif sehingga tidak cocok dijadikan sebagai tempat penyimpanan yang stabil. Sebagai penjabat bank, bitcoin memang memiliki pergerakan harga yang sangat cepat.

Dia bukanlah pejabat Fed pertama yang berkutat dengan popularitas mata uang virtual ini. Sebelumnya Presiden Fed Philadephia Patrick Harker dalam sambutannya di sebuah konferensi menyebutkan jika dia ragu bitcoin bisa merusak nilai dolar AS, utamanya karena ia tidak mendapatkan dukungan dari pemerintah.

“Kita menyebut kertas yang ada di saku sebagai uang, karena kita percaya kertas itu bernilai dan pemerintah ada di belakangnya. Itu semua masalah kepercayaan saja,” kata Harker dikutip dari CNBC, Kamis (30/11)

Awal tahun ini, Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari bersikap skeptis dengan bitcoin ini. Meskipun dia sempat menyebutkan jika teknologi rantai blok atau blockchain memiliki potensi perkembangan yang lebih besar.

Dia menjelaskan blockchain mencatat detail transaksi digital, itu adalah kunci dari perdagangan bitcoin yakni sistem pembayaran secara online.

Hingga berita ini diturunkan CNBC, Fed New York belum memberikan informasi tambahan mengenai ucapan Dudley.

BAGIKAN