Langit siang di Siberia mendadak gelap. Foto: The Siberian Times

@Rayapos | Jakarta – Langit di atas Distrik Yakutia, Siberia, Rusia, mendadak gelap di siang bolong. Itu terjadi pada Jumat (20/7/2018) sejak pukul 11.30 waktu setempat berangsur redup. Pada pukul 14.00 gelap total sampai malam.

Proses menuju gelap berangsur-angsur. Dimulai dari langit berwarna kuning pada sekitar pukul 11.30. Warna kuning di langit semakin lama semakin tua. Lama-lama jadi gelap pada pukul 14.00. Padahal, di sana musim semi yang mestinya langit selalu cerah.

Dilaporkan media setempat, The Siberian Times, Rabu (25/7/2018), warga mengatakan tidak ada debu polusi saat kejadian. Awalnya mereka menduga itu adalah mendung dan hujan akan turun. Namun tidak terjadi hujan. Ketakutan pun menyelimuti mereka.

“Banyak yang takut. Khususnya orang tua. Itu tidak langsung gelap tapi secara bertahap. Biasanya stasiun informasi cuaca akan menginformasikan jika terjadi gerhana tapi ini tidak,” kata seorang warga.

“Kami tidak tahu harus berbuat apa. Banyak yang memakai obor saat hendak keluar. Rasanya seolah hari sudah mendung, matahari menutupi awan tapi tidak ada hujan. Kami mencoba menebak apa yang mungkin terjadi,” ujar warga lainnya.

Baca Juga:

Suhu Minus 5 Derajat di Dieng, Embun pun Membeku

Suhu di Jepang 41,1 Derajat Celcius, 77 Orang Tewas

Dilaporkan Polisi atas Dugaan Penipuan, Sandiaga: Saya Fokus Asian Games

Warga juga mengungkapkan adanya penurunan suhu hingga minus 4 derajat celcius. Sebelumnya di sekitar wilayah Yakutia memang terjadi kebakaran hutan.

Dikutip dari Live Science, peristiwa yang terjadi di Yakutia kemungkinan sebagai dampak dari kebakaran puluhan ribu hektar hutan yang terjadi pada Mei 2018 lalu.

Observatorium NASA menyebut, asap dan aerosol dari kebakaran itu dilepaskan hingga ke kota lain. Belum ada penjelasan resmi tentang fenomena tersebut.

Fenomena alam yang langka dan aneh memang kerap terjadi di Siberia. Seperti ‘hujan darah’ yang terjadi pada awal Juli 2018 lalu. Ternyata ‘hujan darah’ disebabkan dari polusi yang diakibatkan dari industri di sana. (*)