Tidak Fit, Lou Tetap Jalani Sidang Perdananya

@Rayapos | Ambon: Sidang perdana dugaan korupsi anggaran sosialisasi Kurikulum tahun 2013 (K-13) pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor di Ambon, Selasa (24/1).

Dalam sidang ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Maluku, A. Haris,SH dan Irkham Ohoiulun,SH menghadirkan terdakwa mantan Kepala Dinas (Kadis) DikporaSBB, Dra. Bonjamina Dortje Puttileihalat,MM alias Lou.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, R. A. Didi Ismiatun,SH,M.Hum, serta beranggotakan Samsidar Nawawi,SH dan Hery Leliantono,SH ini, beragendasidangkan pembacaan dakwaan oleh Penuntut Umum.

Lou didakwa dengan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pasal 2 Ayat (1) juncto pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana dirubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Subsider Pasal 3 juncto Pasal 18 UU. No. 31 Tahun 1999 juncto UU No.20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dan pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dan ke-3 pasal 5 UU No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Lou ditetapkan tersangka setelah tersandung kasus dugaan korupsi sosialisasi Kurikulum tahun 2013 di Kabupaten SBB, yang diperuntukan bagi 4 item kegiatan, dengan total nilai proyek sebesar Rp. 49.026.487.040. Namun hak-hak peserta, narasumber, moderator dan akomodasi tidak sesuai dengan pertanggungjawaban akhir, sehingga berpotensi merugikan keuangan negara sebesar Rp.2 milyar lebih. 4 kegiatan itu yakni dikelola PPTK Ledrik Sinanu dengan dua kegiatan, pertama, kegiatan pembinaan kelompok kerja guru/musyawarah guru pelajaran senilai Rp. 754.780.000. Kedua, Training of Trainers Guru dan Pengawas untuk Kurikulum tahun 2013 senilai Rp. 615.646.000.

Ketiga, Pembinaan Kelompok Kerja Guru/Musyawarah Guru Pelajaran senilai Rp. 754.780.000 dan keempat, kegiatan Mutu dan Kualitas Program Pendidikan dan Pelatihan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan dengan nilai Rp. 597.290.000. Sayangnya, keterlibatan 2 oknum yakni Fransyane Puttileihalat alias Nane yang saat itu menjabat Kabid Dikdas, dan PPTK Abraham Tuhenay dalam 2 kegiatan tahun 2013 itu, tidak ikut diungkapkan. kedua kegiatan itu adalah pembinaan kelompok kerja guru/musyawarah guru pelajaran senilai Rp. 754.780.000 dan kegiatan mutu dan kualitas program pendidikan dan pelatihan bagi pendidik dan tenaga kependidikan senilai Rp. 597.290.000.

Meskipun kondisi tubuhnya tidak terlalu fit, namun Lou nampak tenang mengikuti dan mendengar seluruh pembacaan surat dakwaan yang didakwakan kepadanya, sambil didampingi Penasehat Hukum (PH), Dessy Alauw,SH. Usai membaca surat dakwaan, mejelis hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pemeriksaan para saksi yang dihadirkan JPU.

Comments

comments