ilustrasi

@Rayapos | Jakarta – Tiga pria nekat menjual anak di bawah umum melalui media sosial Facebook. Mereka ditangkap Satrekrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2018).

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Jakarta Utara, AKP Faruk Rozi mengatakan para pelaku yang tidak bekerja ini, mempromosikan ABG yang berusia 16 tahunan ke pria hidung belang.

“Ketiga-tiganya ini berprofesi sebagai mucikari melalui media online, dimana yang perempuan (PSK) waktu itu diperjual belikan di bawah umur,” ujar Faruk di Mapolres Pelabuhan, Kamis (13/9/2018).

Baca juga:

Gadis Cantik Diperkosa Bergilir Selama 14 Hari di Hutan Pinus

Pemerkosa Gadis Cantik di Hutan Pinus Tertangkap, Pelaku Masih ABG

Dibekuk Polisi, 2 Penjambret Melawan Pakai Parang dan Clurit

Ketiga pelaku mucikari Facebook ini diketahui dengan inisial AK (28), AN (33), dan LK (20). Mereka ditangkap pada Agustus hingga September 2018 di tiga lokasi berbeda.

Polisi menunjukkan barang bukti (FOTO: RAYAPOS/ANDREW TITO)
Polisi menunjukkan barang bukti (FOTO: RAYAPOS/ANDREW TITO)

Faruk mengatakan, dalam aksinya, para pelaku memposting foto-foto wanita muda PSK melalui Facebook.

Sementara ketika ada yang memesan melalui Facebook juga, para pelaku kemudian mengantar wanita yang sudah dipilih, ke hotel pelanggan.

“Pemesan melihat di Facebook, kemudian para pelaku posting foto perempuannya. Yang mau menggunakan jasa tinggal pilih, dipesan, abis itu mucikari membawa perempuan ke hotel yang telah ditentukan. Yang menentukan hotel itu pelanggannya,” ujarnya.

Lanjut Faruk, dalam mengambil keuntungan pribadi, para pelaku pasang tarif yang berbeda untuk setiap PSK mudanya, salah satu PSK muda yang dipasarkan oleh pelaku ada yang di pasang dengan harga Rp 1,5 juta

Pelaku mengambil keuntungan 75% dari perdagangan tersebut, sementara sang PSK hanya mendapat untung 25% dalam sekali menerima tamu.

“Biasanya tarifnya Rp 1,5 juta. Keuntungan yang diperoleh Rp 1 juta buat pelaku dan Rp 500 ribu buat perempuan yang diperjualbelikan,” ujarnya.

Dijelaskan kembali oleh Faruk, para pelaku sengaja menyasar korbannya, wanita yang akan dijual di Facebook, yakni para gadis bawah umur yang putus sekolah di daerah Tangerang dan Bogor.

Korban yang dijadikan PSK ini memang tidak dipaksa. Mereka sukarela karena himpitan ekonomi, dan juga dijanjikan penghasilan besar.

“Korban yang dibawah umur ini rata-rata pelajar, anak-anak putus sekolah. Korban kebanyakan tinggal di Tangerang dan Bogor. Kasus ini juga tidak ada pemaksaan, ibaratnya ada take and gift lah murni desakan ekonomi,” ujarnya.

Dalam kasus ini pula Faruk mengatakan pihaknya menyita sejumlah barang bukti seperti pakaian yang dikenakan korban, kuitansi tanda pembayaran, kartu ATM sebagai transaksi pembayaran, kunci kamar yang digunakan, dan beberapa handphone milik korban.

Ketiganya dikenakan pasal 2 ayat (1) UU RI No. 21 tahun 2007 tentang subsider pasal 45 Jo pasal 27 ayat (1) UU No. 11 tahun 2008 dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.