Ella Nurhayati. Kolase: Rayapos/DWO

@Rayapos | Cimahi – Hasil tes forensik, janda cantik Ella Nurhayati (42) tewas pada tikaman menembus jantung. “Dari 28 tikaman,” kata Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Niko N. Adiputra.

Penyelidikan polisi pada pembunuhan Ella terus berlangsung. Jumlah tikaman dan sayatan di tubuh Ella ternyata 28 (bukan 23 tikaman seperti diberitakan Rayapos sebelumnya).

Menurut Niko, hampir semua tikaman menancap di organ vital. Antara lain, mata kanan. Benda tajam masuk ke dalam tulang rongga mata. Sebagian besar di bagian tubuh, seperti dada, pinggang, rusuk.

“Rata-rata tikaman ke bagian organ vital,” kata Niko di Mapolres Cimahi, Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu (12/9/2018).

Namun, tikaman mematikan di dada kiri, langsung tembus jantung. Diduga, inilah tikaman terakhir yang sekaligus mengakhiri hidup Ella.

Dengan begitu, 27 tikaman lainnya belum mematikan. Tapi menimbulkan rasa sakit yang luar biasa dahsyat bagi korban. Terutama tusukan pada mata kanan. Yang membuat bola mata meletus.

Dari pemeriksaan forensik ini tergambar, bahwa pembunuhnya sangat emosional. Atau terlalu benci. Tikaman bertubi-tubi.

Menghadapi hujan tikaman itu, apakah korban melawan?

Jawabannya: Polisi masih menyelidiki. Logikanya, korban pasti melawan sebagai reflek. Namun, polisi menggunakan dasar alat bukti hukum. Yakni tes forensik.

“Ada tanda, kuku korban mengelupas. Tapi kita belum menyimpulkan, bahwa ada perlawanan,” ujar Niko, hati-hati.

Tanda perlawanan korban juga akan dilakukan pemeriksaan silang (crosscheck) dengan hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara).

Baca Juga:

Ada Data Pemilih Ganda, KPU DKI Serius Lanjutkan Rekomendasi Bawaslu

Japan Open 2018: Kevin/Marcus Hadapi Wahyu/Ade di Babak Kedua

Molor Lagi, Anies Targetkan LRT Bisa Beroperasi Awal 2019

Seperti diberitakan Rayapos, Ella ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya.

Di Kampung Pangragajian, RT 3 RW 9, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (11/9/2018) pukul 12.00.

Sehari-hari, Ella yang karyawan bank itu tinggal sendiri di situ. Sudah sejak dua tahun lalu.

Dia janda satu anak berinisial MF (14) siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) kelas 2 SMP. Ella bercerai tahun 2004.

Mantan suami dan anaknya tinggal terpisah. Namun setiap hari libur sekolah, mantan suami mengantarkan anaknya, menginap tidur di rumah Ella.

Hari kejadian, adalah hari libur tahun baru Hijriyah. MF menginap di situ. Sepekan sebelumnya, saat Ella ulang tahun ke-42 pada 5 September 2018, MF tidak ketemu ibunya, sebab sekolah.

Ella merayakan ulang tahun di kantornya, bank pemerintah di Kota Bandung, pada Kamis, 6 September 2018.

Rekan kerja Ella di bank, Ani Yuliani, mengatakan, dia ikut merayakan ulang tahun Ella pada Kamis. “Kami berpelukan, merayakan uang tahun Ella,” kata Ani. “Kami kehilangan teman baik.”

Penemuan jenazah Ella diawali teriakan minta tolong MF. Mendengar itu, tetangga bernama Deni Irawan, mendatangi rumah Ella. Masuk rumah.

Ternyata Ella sudah tergeletak di lantai, bersimbah darah.

Tetangga lantas berdatangan, masuk rumah Ella. Melihat pemandangan mengerikan. Diduga, saat itu Ella sudah tewas. Kemudian polisi datang.

Hasil olah TKP, tidak ada barang berharga yang hilang dari dalam rumah. Dugaan sementara polisi, itu bukan perampokan.

Kini polisi sudah memeriksa delapan orang saksi. Termasuk MF dan mantan suami Ella.

Saksi terpenting adalah MF. Namun dia anak berkebutuhan khusus. Polisi menggunakan tenaga ahli psikiater untuk mewawancarai MF.

Hingga kini polisi masih mendalami kasus pembunuhan sadis ini. (*)

BAGIKAN