TNI Sosialisasikan Bahaya Narkoba Bagi Warga Perbatasan

@Rayapos | Kupang: Tentara Nasional Indonesia Kodim 1604/Kupang menyosialisasikan bahaya narkoba kepada warga di Desa Oepoli Kecamatan Amfoang Timur Kabupaten Kupang yang merupakan wilayah perbatasan Indonesia dengan Distrik Oecusse, Timor Leste.

“Dalam sosialisasi ini kami bekerjasama dengan BNNP NTT dan digabungkan dalam satu rangkaian acara TNI Manunggal Membangun Desa 96 pada tahun ini dilaksanakan di wilayah perbatasan yang terisolir,” kata Komandan Kodim 1604/Kupang Letkol Inf Endarwan Yansori, di Kupang, Jumat.

Yansori mengatakan, tujuan sosialisasi bahaya narkoba bagi masyarakat di perbatasan itu, karena wilayah perbatasan selalu menjadi lokasi masuk barang-barang yang dilarang secara hukum di Indonesia.

“Dikhawatirkan nantinya warga di perbatasan ini menjadi bagian dari peredaran narkoba di negara kita, apalagi saat ini wilayah perbatasan menjadi pintu masuk peredaran narkoba,” ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut, selain memberikan teori tentang bahaya penggunaan narkoba, pihaknya juga memutarkan video yang berisi bahaya penyalahgunaan narkoba itu.

Dandim Kupang yang sebelumnya Pabandya Ops Sopsdam IX/Udayana itu mengatakan, sosialisasi tersebut merupakan salah satu kegiatan nonfisik yang juga merupakan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Selain untuk memberikan hiburan kepada warga setempat, menurutnya, program itu juga bertujuan menambah ilmu pengetahuan warga desa tentang manfaat KB dan bahaya penggunaan narkoba yang sudah merambah sampai ke pelosok perdesaan.

“Video-video yang ditayangkan itu merupakan cuplikan yang mempertontonkan bahaya narkoba bagi generasi muda dan para penggunaanya. Karena itu, kami harapkan orang tua yang menontonnya bisa mengingatkan kepada anak-anak mereka tentang bahaya penggunaan narkoba tersebut,” ujar dia lagi.

Dia menegaskan, pemerintah telah menyatakan perang bukan lagi kepada bangsa asing, tetapi justru kepada narkoba yang saat ini perlahan-lahan menghancurkan masa depan generasi muda Bangsa Indonesia.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Nusa Tenggara Timur Kombes Pol Sulistiandriatmoko mengatakan bahwa NTT berpotensi menjadi transit peredaran narkoba dari Timor Leste, Australia, dan Malaysia ke berbagai daerah di Indonesia.

“Letaknya yang strategis, yaitu berbatasan langsung dengan Timor Leste, Australia, dan Malaysia memang sangat potensial untuk menjadi tempat perlintasan narkoba,” ujarnya.

Selain letaknya yang strategis, lanjut dia, faktor pendukung lainnya yang makin menguatkan kemungkinan NTT menjadi transit adalah aspek sosial dan ekonomis masyarakat setempat yang belum stabil dan matang sehingga mereka mudah terpengaruh.

 

[Antara]

BAGIKAN

LEAVE A REPLY