Ketum Partai Berkarya Tommy Soeharto (FOTO: Dok Ist)

@Rayapos | Jakarta – Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) jadi calon legislatif untuk Daerah Pemilihan di Papua. Putra Mantan Presiden Soeharto itu didaftarkan kemarin (17/7/2018).

Namun ada kejanggalan dari pencalonan Tommy Soeharto. Tommy pernah divonis 10 tahun penjara yang diputuskan oleh Mahkamah Agung (MA). Vonis ini 5 tahun lebih ringan dari yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, karena terbukti melakukan empat tindak pidana yang dituduhkan jaksa.

Pada akhir 2006 Tommy dinyatakan bebas bersyarat karena telah menjalani 2/3 masa hukuman.

Baca juga:

Anies Baswedan Luruskan Polemik Pencopotan Pejabat Pemprov DKI

SBY Dirawat di RSPAD, Pertemuan dengan Prabowo Batal

Salah satu syarat menjadi calon legislatif adalah tidak pernah menjadi terpidana dengan ancaman 5 tahun penjara atau lebih. Persyaratan itu tertuang dalam Pasal 7 Ayat (1) Huruf g Peraturan KPU (PKPU) No 20 Tahun 2018. Berikut kutipannya:

g. tidak pernah sebagai terpidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap;

Meski begitu, setelah pendaftaran bakal caleg, KPU masih akan melakukan verifikasi hingga meminta masukan masyarakat. Sehingga siapapun yang telah didaftarkan kemarin, belum tentu masuk ke Daftar Calon Tetap (DCT).

Alasan Tommy maju untuk Daerah Pemilihan Papua menurut Partai Berkarya karena kegandrungan Tommy terhadap rakyat kecil.

“Kenapa memilih Papua, saya pun sempat bertanya kepada beliau, kenapa akhirnya memilih Papua. Saya baru akhir-akhir ini memahami ternyata kegandrungan tokoh Tommy Soeharto terhadap rakyat kecil dan daerah terpinggirkan di republik ini,” kata Sekjen Berkarya Priyo Budi Santoso dalam konferensi pers di KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, kemarin (17/7/2018).