Tradisi Bakar Tongkang (foto : istimewa)

@Rayapos | Jakarta – Ritual bakar tongkang memiliki arti tersendiri bagi masyarakat etnis Tionghoa yang tinggal di Bagansiapiapi, Provinsi Riau. Di dalam bahasa Cina Hokkien, tradisi ini disebut dengan istilah Go Gek Cap Lak.

Bakar Tongkang menjadi salah satu tradisi Riau yang sudah terkenal hingga ke mancanegara dan masuk dalam calender of event 2018 Provinsi Riau. Acara ini juga masuk dalam 100 Event Wonderful Indonesia 2018.

Tradisi ini dilakukan sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada Dewa Laut Kie Ong Ya yang telah merubah jalan hidup warga Tionghoa di Bagansiapiapi. Biasanya acara ini dilaksanakan pada 15-16 bulan 5 penangalan Imlek setiap tahunnya.

Para leluhur yang menemukan Bagansiapiapi bertekad untuk tidak kembali ketempat asal dengan membakar kapal tongkang yang mereka gunakan untuk tinggal selamanya di Bagansiapiapi.

Baca juga : 
Tradisi Bakar Tongkang Masuk Calender of Event 2018
Pesona Kuda Renggong Sukses Hipnotis Ribuan Wisatawan
Batam Kembangkan 6 Destinasi Baru

Inti terpenting dalam peringatan bakar tongkang yakni suksesnya para leluhur membawa keluarga mereka menetap di daerah perantauan sampai saat ini.

Dia juga mengatakan, bakar tongkang atau dalam istilah Tionghua dengan sebutan `go ge cap lak` dapat diartikan dengan 15-16 bulan 5 penangalan Imlek. Atas dasar itu tradisi bakar tongkang wajib dan harus dilaksanakan setiap tahunnya.

Manfaat yang didapat warga Tionghoa dalam perayaan ini menurutnya adalah kesuksesan dalam meniti hidup dan kehidupan.

Dalam kepercayaan yang dianut jika acaranya tidak diikuti maka hidup seperti kekurangan tanpa arah serta tujuan, selain itu kesuskesan yang diraih tidak akan ada artinya.