Trump Tutup Keran Imigran Tujuh Negara Dari Wilayah Timur Tengah Dan Afrika

rayapos.com - Arab Saudi, tidak memberi perlakuan pantas kepada AS - Presiden Amerika Serikat
Donald Trump menyuarakan ketidakpuasannya atas perlakuan Arab Saudi terhadap Amerika yang ia sebut sudah mengeluarkan banyak uang untuk kepentingan negara teluk yang dikenal sebagai sekutu utama Amerika tersebut (Foto: Reuters / LUCAS JACKSON)

@Rayapos | Washington: Janji Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat kampanye mulai direalisasikan, salah satunya adalah melarang imigran asal tujuh negara muslim Timur Tengah dan Afrika yang dianggap berbahaya untuk memasuki wilayah AS.

Kebijakan itu akan di tanda tangani rabu(25/1/2017), oleh Trump, ketujuh negara Muslim yang dianggap berbahaya antara lain, Suriah, Irak, Iran, Libya, Somalia, Sudan dan Yaman.

Salah satu perintah eksekutif yang akan diteken Trump adalah memblokir visa dari yang dikeluarkan untuk para imigran asal tujuh negara itu, untuk masuk AS, berlaku setelah proses dari Departemen luar negeri dan Departemen keamanan dalam negeri melakukan kajian.

Mantan pejabat Imigrasi dan kewarganegaraan AS, Stephen Legomsky mengatakan bahwa presiden memang memiliki kewenangan untuk membatasi penerimaan pengungsi dan penerbitan visa ke negara-negara tertentu terkait kepentingan publik AS.

”Dari sudut pandang hukum, itu akan menjadi hak hukumnya,” kata Legomsky, yang kini adalah seorang profesor di Washington University School of Law di St Louis. ”Tapi dari sudut pandang kebijakan, itu akan menjadi ide yang buruk karena ada kebutuhan kemanusiaan yang mendesak sekarang bagi pengungsi,” lanjut dia.

Sebelumnya saat  kampanye pemilu, Trump pernah mengusulkan larangan warga Muslim asing memasuki AS untuk sementara. Alasannya, kata Trump pada saat itu, untuk melindungi AS dari serangan jihadis.

Kampanye ini menjadi salah satu penyebab banyaknya dukungan kepada Trump saat kampanye Pilpres AS, dan mencela keputusan mantan Presiden Barack Obama untuk meningkatkan jumlah penerimaan pengungsi Suriah.

Comments

comments