Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ANTARA FOTO/HO/Dadang Kusuma WS)

@Rayapos | Jakarta – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta sempat menyebut sepanjang Januari sampai September 2018 (bulan lalu) sudah terjadi 79 kali penggusuran di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi kabar itu.

Anies malah menanyakan balik hal ini kepada awak media lantaran tidak pernah memberitakan peristiwa penggusuran tersebut.

“Saya malah pengen tanya sama teman-teman. Temen-temen media kan paling tajam penciumannya, kok nggak pernah memberitakan setahun ini,” ujar Anies di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (19/10/2018).

Baca juga:

Berkaca Pilkada DKI, Begini Cara Sandiaga Kuatkan Mental Relawan

Soal Jomblo-menjomblo, Anies – Djarot ‘Berantem’

Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan ini pun heran, menurutnya jika peristiwa penggusuran tersebut memang ada, tentunya banyak media sudah memberitakan hal itu.

“Malah saya nanya kenapa di Jakarta ada peristiwa sebanyak itu media tidak memberitakan. Wong kalau belum jadi barang saja kayak rumah sewa beli diberitakan,” tandasnya.

Sebelumnya menjelang satu tahun Gubernur Anies, janji kampanyenya, ditagih Kabid Perkotaan dan Masyarakat Urban LBH Jakarta, Nelson Nikodemus Simamora soal penggusuran.

Nelson mengingatkan, agar Gubernur DKI Anies tak lagi menggusur karena berdasarkan data LBH Jakarta, sepanjang Januari sampai September 2018 (bulan lalu) sudah terjadi 79 kali penggusuran.

Nelson menyebut pesan tersebut juga berlaku bagi pihak terkait lainnya. Sehingga, ia berharap aparat tidak semena-mena saat menggusur bangunan di Jakarta.

“Bukan hanya Anies, tapi pihak lain seperti polisi, tentara, perusahaan lainnya. Bagaimana cara agar mencarikan solusi terbaik,” Kata Nelson.

BAGIKAN