Kapolrestro Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar, menunjukkan barang bukti senjata api pencuri motor, di Mapolrestro Jakarta Selatan, Rabu (28/11/2018). Foto: Ferianto

@Rayapos | Jakarta – Tahukah anda, kecepatan pencuri motor membobol kunci? Hanya tujuh detik. Starter dan stang, bobol oleh besi leter T. Motor digondol, total waktu tak sampai 30 detik.

Jika ada yang memergoki dalam proses singkat itu, pelaku mengeluarkan pistol. Menakuti saksi mata. Sambil pelaku terus bergerak, kabur.

Itulah yang terungkap dari tujuh orang pencuri yang dibekuk aparat Polres Metro Jakarta Selatan. Tujuh pencuri itu, berinisial:

HI (29), N (40), HS (30), H (36), AR (24), B (37), dan M (34) dibekuk polisi di sejumalah titik persembunyian di kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Komplotan ini terbongkar saat polisi mendapatkan laporan pencurian sepeda motor di kawasan Pondok Labu, Cilandak, pada 14 November 2018.

Saat itu, HI dan N berhasil menggondol satu unit sepeda motor di lokasi parkir sebuah minimarket di situ.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar di Mapolrestro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Rabu (28/11/2018) mengatakan:

“Pelaku HI dan N datang bermotor ke minimarket. Mereka memarkirkan kendaraannya di samping kendaraan targetnya. Mereka mencari kesempatan untuk beraksi,” terang Indra.

Saat situasi memungkinkan, salah seorang pelaku langsung mencongkel sepeda motor menggunakan kunci letter T. Target adalah Honda Beat putih milik korban.

Pelaku lainnya, mengawasi situasi. Siap dengan pistol tersembunyi. Menjaga kemungkinan, kalau-kalau ada saksi yang melihat.

Tujuh detik, kunci sudah bobol. Total sekitar 30 detik motor target sudah siap luncur. Kemudian mereka berdua kabur bersama dengan dua motor.

Di semua proses itu tidak ada saksi yang melihat. Korban tahu motornya hilang, setelah keluar minimarket. Lantas dia lapor polisi.

Usai beraksi, dua pelaku menuju ke daerah Ciracas, Jakarta Timur. Mereka menyerahkan sepeda motor curian kepada penadah berinisial HS.

“HS ini bertindak sebagai penadah hasil curian di Jakarta. Mereka membuat janji di sekitar GOR Ciracas untuk bertransaksi. Satu unit sepeda motor curian dihargai Rp 2 juta,” kata Indra

Pelaku HS memerintahkan pada pelaku H, AR, B, dan M yang berperan sebagai joki untuk membawa motor tersebut ke daerah Karawang, Jawa Barat, untuk dijual seharga Rp 3 juta.

“Empat pelalu yang berperan sebagai joki ini, diberikan upah Rp 500.000 per satu unit motor yang dibawanya ke Karawang,” kata Indra.

Setelah mendapat laporan, polisi melakukan penyelidikan. Berhasil mengantongi identitas pelaku melalui rekaman kamera CCTV di lokasi kejadian.

Keduanya dibekuk tanpa perlawanan di daerah Cilandak. Usai menangkap dua pelaku, polisi kemudian menangkap sindikat lainnya di Ciracas.

Baca Juga:

VIDEO: Ceramah Habib Bahar yang Hina Jokowi PKI dan Kerempeng

Gading-Gisel Sepakat Berpisah Baik-Baik

Putera Mahkota Saudi Diteriaki ‘Pembunuh’ oleh Warga Tunisia

Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya mengatakan, pelaku HI dan N terbilang cukup lihai dalam melakukan aksi pencurian sepeda motor.

“Dalam sehari, keduanya bisa mencuri tujuh sampai delapan sepeda motor. Semuanya dijual kepada HS,” kata Kompol Andi.

Selain itu, saat beraksi, pelaku membekali diri dengan senjata api jenis revolver.

Senjata api ini, menurut pengakuan pelaku, digunakan untuk menakuti korban jika aksinya diketahui.

Para pelaku kini mendekam di tahanan Mapolrestro Jakarta Selatan, dan dijerat dengan Pasal 363 KUHP, dan sebagian lagi dijerat dengan Pasal 480 KUHP. (*)

BAGIKAN