Tujuh Tradisi Wajib Saat Merayakan Imlek

Perayaan Tahun Baru Imlek di Beijing (Foto: Istimewa)

@Rayapos | Jakarta: Masyarakat Tionghoa di seluruh dunia besok (28/1/2017) merayakan tahun baru Imlek.

Jika kalender Masehi menggunakan sistem penanggalan Matahari dan kalender Hijriah memakai sistem penanggalan Bulan, maka kalender Tionghoa memadukan keduanya.

Sejarah Cina mencatat,  tradisi  perayaan tahun imlek dimulai  dari kebiasaan  masyarakat petani di dataran Tiongkok menyambut datangnya musim semi yang dimulai pada tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir pada tanggal 15 bulan pertama atau yang lebih dikenal dengan istilah Cap Go Meh.

Biasanya, Imlek atau disebut juga Sin Cia dirayakan oleh para petani di Tiongkok pada tanggal satu di bulan pertama di awal tahun baru.

Biasanya, masyarakat Tionghoa mengawali perayaan Imlek dengan melaksanakan sembahyang Imlek dan perayaan Cap Go Meh.

Tujuan dari sembahyang Imlek adalah sebagai bentuk pengucapan syukur kepada Sang Maha Pencipta dan doa dengan harapan agar di tahun depan mendapat rezeki yang lebih banyak, untuk menjamu leluhur, dan sebagai media silaturahmi dengan keluarga dan kerabat.

Dalam merayakan Imlek, ada 7 tradisi yang wajib dilakukan warga Tionghoa. Yang pertama kali dilakukan adalah  membersihkan rumah. Bagi warga Tionghoa, ini sebagai simbol menyingkirkan kesialan dan menyediakan ruang untuk menampung keberuntungan.

Yang kedua, menghadirkan unsur warna merah. Dalam kebudayaan Cina, warna merah merupakan simbol dari kebahagiaan. Itu sebabnya warna merah menjadi warna khas dalam merayakan Imlek. Selanjutnya, bagi orang tua atau yang sudah menikah wajib untuk memberikan angpao. Angpao adalah sejumlah uang yang dimasukan di dalam amplop merah. Hal ini dipercaya dapat memperlancar rejeki.

Tradisi ke empat yang tidak bisa dilewatkan dalam perayaan Imlek adalah makanan. Berbagai macam makanan disiapkan dalam perayaan Imlek. Namun mereka pantang makan bubur di saat Imlek karena bubur melambangkan kemiskinan.

Kemudian, salah satu yang populer dalam memeriahkan Imlek adalah pertunjukan kembang api. Suara gaduh kembang api dipercaya membuat makhluk jahat ketakutan.

Yang ke enam, di saat Imlek, mereka tidak boleh membalik apalagi menghabiskan ikan saat menyantapnya. Masyarakat Tionghoa percaya kebiasaan ini merupakan lambang atau simbol dari nilai surplus di tahun yang akan datang. Dan yang terakhir, perayaan Imlek juga menjadi momen untuk mengunjungi saudara dan kerabat guna menjaga tali persaudaraan agar tidak terputus.

Tak luput juga menghiasi perayaan Imlek adalah barongsai. Barongsai adalah tarian tradisional Cina dengan menggunakan sarung yang menyerupai singa. Tariannya terbagi menjadi dua jenis, yakni singa utara yang memiliki surai ikal dan berkaki empat serta singa selatan yang memiliki sisik serta jumlah kaki yang bervariasi antara dua atau empat. Tarian kedua singa ini energik dengan iringan tabuhan drum dan simbal dari Cina yang membuat barongsai selalu menjadi tontonan menarik di setiap Imlek.

Comments

comments