Auj-e Taqaddas sesaat setelah menampar petugas Imigrasi Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, Ardyansyah. Foto: Capture Youtube

@Rayapos | Denpasar – Auj-e Taqaddas (42) justru diejek warga Inggris. Dia turis Inggris yang overstay 5 bulan di Indonesia dan tertahan di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Saat dicegah naik pesawat, dia menampar petugas Ardyansyah (28).

Penamparan itu terjadi Sabtu (28/7/2018). Direkam video, dan viral di dunia maya. Warga Inggris justru mengecam Auj-e.

Auj-e marah, karena ditahan pihak imigrasi, ketika dia hendak naik pesawat. Petugas Imigrasi menjelaskan, dia overstay. Harus membayar denda sebesar Rp 57 juta. Akumulasi dari lima bulan, denda per hari Rp 350.000.

Ia marah sembari mengomel. Kemudian menampar petugas imigrasi Ardyansyah. Semua itu terekam video. Beredar di dunia maya dan dimuat media massa Indonesia dan Inggris.

Antara lain, dimuat di The Daily Mail. Kebanyakan komentar malah mengecam tindakan Auj-e. Sebagian menyayangkan tindakan turis itu. Tidak satu pun yang memuji.

Beberapa netizen mengatakan, Indonesia bisa menahan Auj-e selama mungkin. Katanya, Auj-e tak perlu kembali ke Inggris.

“Tolong penjarakan dia di sana, dan tetap tempatkan dia di sana,” komentar dari almarsh, asal Milton Keynes, Inggris.

“Lempar paspornya ke wajahnya, lalu lihat dia menangis dan minta maaf,” tulis dovedove, asal Manchester.

“Tak ada yang tidak sengaja overstay di sebuah negara selama lebih dari 5 bulan! Aku pernah ke Indonesia, dengan fasilitas bebas visa yang sama. Anda dapat 31 hari bebas visa, pihak otoritas akan memberi stempel khusus di paspormu saat datang, bertuliskan tanggal kadaluarsa,” tulis ExiledJohnBull, asal St. Sampson, Guernsey.

“Dia mempermalukan negara kami,” tulis shopgirl1 dari Derby.

“Punya paspor Inggris tidak membuat anda dapat keistimewaan. Karena sudah membuat negara ini hina, paspor dia harus dicabut,” tulis hen1944, asal Farnborough.

Baca Juga:

Kunjungi RPTRA Kalijodo, Ketua DPRD DKI Temukan Gudang Minuman Botol

Jelang Asian Games, Sat Gultor TNI Gelar Simulasi Penanggulangan Teror

Dijual Topi Anti Santet, Anda Berminat?

Dilansir dari The Sun, Rabu (1/8/2018), malam itu ia hendak terbang ke Singapura. Tetapi ternyata masa berlaku visanya ketahuan telah berakhir sejak 18 Februari 2018.

Ia pun dibawa ke kantor dan dikenai denda karena melebihi masa izin tinggal alias overstay. Selama 160 hari ia tinggal secara ilegal di Indonesia, sehingga harus membayar denda sekitar Rp 350 ribu untuk setiap harinya.

Auj-e pun marah-marah, berkata kasar, dan mengolok-olok. Bahkan menampar petugas. Seolah-olah dia tidak tahu, bahwa overstay pelanggaran. Apalagi sampai lima bulan. Harus didenda.

“Gara-gara imigrasi brengsek ini, aku ketinggalan penerbangan!” teriak Auj-e membentak Ardyansyah.

Ardyansyah kemudian memberi penjelasan, tetapi Auj-e tampak tidak mempedulikan dan tetap menunjukkan amarahnya.

“Ambil saja uangnya dan enyahlah!” lanjutnya marah-marah, kemudian menampar Ardyansyah.

Auj-e lantas ditahan di sel tahanan kantor imigrasi, sementara petugas memproses kasus dan menunggu pembayaran darinya.

Penamparan telah dilaporkan ke polisi lantaran ia dinilai sama saja semena-mena terhadap perwakilan bangsa.

“Dia menyentuh orang imigrasi, berarti dia menyentuh perwakilan bangsa, sehingga kami melaporkannya ke polisi,” jelas Kepala Imigrasi Ngurah Rai Aris Amran.

Auj-e belum bisa pulang selama pemrosesan pelanggaran. Dia harus menunggusampai masalah tuntas.

“Menurut undang-undang, setiap turis yang tinggal di negara lain melebihi izin visa harus membayar denda. Jika mereka tidak mau mereka akan ditangkap,” terang Kepala Divisi Humas Ditjen Imigrasi Agung Sampurno. (*)

BAGIKAN