Dewi Gontha dan sebagian dari mereka yang terlibat dalam Java Jazz Festival 2018 hadir dalam jumpa pers di kawasan Kemang, Kamis, 18/1/201).( Foto : KOMPAS.com/IRA GITA)

@Rayapos | Jakarta – Acara musik tahunan ” Java Jazz Festival 2018″ akan segera digelar tanggal 2 sampai 4 Maret 2018 mendatang di JIExpo, Kemayoran Jakarta.

Direktur Utama PT Java festival Production, Dewi Gontha menjanjikan suguhan yang berbeda pada gelaran Java Jazz tahun ini dibandingkan dengan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Dewi, pagelaran Java Jazz ke 14 ini akan dikemas dalam tema “Vintage” dengan menyertakan tagline “Celebrate Jazz in Diversity”.

Baca juga : Celine Dion Bakal Konser di Jakarta!

Bukan tanpa alasan, penyelenggara mengusung tagline “Celebrate Jazz in Diversity” tersebut. Melalui tagline itu, Dewi ingin membuka roots musik yang lebih lebar dan menyasar golongan “kids zaman now”, dengan harapan, jazz tak lagi diklaim sebagai golongan tertentu tetapi bisa dinikmati oleh semua kalangan dan semua umur.

“Kalau menurut saya, tahun lalu secara program, yang dikenal orang sebagai jazz yang roots lebih kental, sekarang kita bikin lebih lebar. Memang tahun ini kita mengejar si pasar yang lebih muda, karena mereka akan menjadi pasar kita lima sampai enam tahun ke depan,” ungkap Dewi Gonta saat dijumpai di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada Kamis (18/1/2018).

“Jadi sekarang edukasi mereka bahwa Java Jazz itu bisa dinikmati semua umur. Kita fokus sekali di program kami dengan tim akan merasa sangat puas dengan line up ini. Penonton yang sudah biasa pun bisa menghargai kalau kita dengan sengaja merekrut dan perub ahan ini untuk terus menjalankan Java Jazz,” tambahnya.

Baca juga : Sheila Majid Tunda Konsernya di Jakarta

Selain tema, perbedaan juga tampak pada jumlah panggung yang dikurangi dari yang semula 14 menjadi hanya 10 panggung.

Untuk masalah panggung ini, Dewi punya alasan. Menurut Dewi, dari pengalaman sebelumnya, 14 panggung dinilai tidak efektif, karena membuat penonton tidak bisa menyaksikan sampai selesai dan memilih pindah ke panggung lain.

“Tadi kita jelasin, karena begini tahun lalu panggung ada 14, yang kita perhatikan itu (penonton) datang dan lihat, penonton setengah show dia pindah, akhirnya pilihan dia banyak, jadi enggak nonton sampai selesai. “Makanya kita mau coba dengan panggung ini. Apakah kita juga mencoba dengan program yang tidak mudah, siapa yang mainnya barengan, supaya menontonnya tanpa setengah jalan. Sebenarnya lebih dari sisi itu, karena kita kurangin panggungnya,” katanya.

Sebanyak 100 penampil siap menghentak panggung Java Jazz Festival 2018 mulai dari Go Go Dolls, Lauv hingga Daniel Caesar.

Comments

comments