screenshot video

@Rayapos | Yogyakarta – Bule wanita di Kota Yogyakarta jadi korban begal payudara. Peristiwa ini tertangkap kamera lalu viral di media sosial.

Diketahui, itu terjadi di Jalan Prawirotaman 1, Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogya.

“Peristiwa itu betul terjadi, pada Minggu (4/11) malam kemarin. Terekam kamera CCTV hostel saya,” kata pemilik hostel, Yudhistira (26) saat seperti dikutip detikcom, Jumat (9/11/2018).

Baca juga:

Driver Grab di Kali Tengerang, Ternyata Dibunuh

Universitas Gadjah Mada ‘Digoyang Bau Busuk’ Kasus Pemerkosaan

Rekaman CCTV itu kini viral di sejumlah akun media sosial. Salah satunya sebuah akun instagram, Indozone.

Video menayangkan dua bule perempuan sedang berjalan kaki di sebuah gang. Keduanya tampak berjalan berdampingan di sisi pinggir jalan sambil mengobrol.

Lalu muncul sebuah sepeda motor yang dikendarai seseorang dari arah berlawanan. Ketika tepat berpapasan dengan kedua bule tersebut, pengendara memepetkan kendaraannya ke arah kedua bule itu dan tanpa disangka, tangan kiri pengendara motor langsung melancarkan aksi tak senonohnya.

Sontak saja bule yang menjadi korban begal payudara tersebut kaget mendapatkan perlakuan itu. Dia bersama temannya tampak menoleh ke belakang untuk melihat pelaku.

Sementara setelah melakukan aksinya, pelaku begal payudara langsung tancap gas. Dari keterangan yang tertera di rekaman CCTV itu, peristiwa tersebut terjadi pada pukul 20.56 WIB.

Pemilik hostel, Yudhistira Adi, menyatakan peristiwa itu terjadi pada Minggu (4/11) malam hari, tepatnya pukul 20.25 WIB.

“Iya benar kejadiannya terjadi di depan Dehostel pada pukul 20.25 WIB,’’ kata Yudhistira saat dikonfirmasi, Senin (5/11/2018).

“Iya korbannya sampai teriak keras, di video terdengar teriakan juga,’’ ujar Yudhistira.

Yudhistira sendiri sudah melakukan pelaporan atas tindakan asusila itu ke Polsek Margangsan. Tetapi polisi hanya melihat video dan tidak membuat bukti pelaporan. Hal itu dilakukan karena polisi menilai yang melaporkan bukan korban.

“Sudah lapor sekitar jam 8.15 WIB polisi hanya melihat video hanya itu saja nggak pakai laporan tertulis, alasannya karena nggak ada korbannya,’’ kata Yudhistira.

Yudhistira juga menyampaikan kepada para pemilik hostel jika WNA yang bersangkutan ingin melaporkan kejadian pelecehan seksusal, ia siap memberikan bukti CCTV.

“Korbanya katanya belum lapor, saya sudah bilang sama beberapa hotel kalau ada laporan saya siap kasi barang buktinya,’’ katanya.

Ia berharap kejadian ini dapat segera diusut pihak kepolisian dan pelaku dapat ditangkap secepatnya. Kejadian tersebut, kata Yudhistira, akan membuat citra Yogyakarta sebgai daerah destinasi wisata dapat tercoreng.

“Menurutku ini akan berdampak pada wisata, kalau bisa pelakunya ketangkap juga,’’ ujar Yudhistira.