Habib Bahar bin Smith

@Rayapos | Jakarta – Habib Bahar bin Smith dilaporkan ke polisi karena ceramahnya dinilai menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid telah melaporkan Habib Bahar ke Polda Metro Jaya.

Menurut Muannas, kalimat da’i Front Pembela Islam (FPI) dalam ceramahnya itu tak pantas ditujukan kepada kepala negara.

“Kita harus lihat Pak Jokowi sebagai Presiden, Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, jangan hanya pada pribadi,” ujar Muanas dalam keterangannya, Kamis (29/11/2018).

Baca juga:

Terhimpit Ekonomi, Tukang Roti Nekat Bakar Diri

Peserta Reuni Akbar 212 Diprediksi Menurun 2 Juta Orang

“Ini bukan kritik atau ceramah yang beradab, jika mau protes silakan tapi yah jangan melecehkan seperti itu. Tidak pantas juga orang yang disebut habib dan ulama berkata kasar penuh kebencian seperti itu,” sambung dia.

Muanas menganggap Bahar dalam ceramahnya mengadu domba antaretnis dan tanpa didukung data akurat.

“Sudah melampaui batas apa yang dilakukan Bahar Bin Smith. Banyak kegelisahan banyak orang khusus di media sosial yang mendesak saya untuk melaporkan,” ujar Muanas Alaidid.

Bahar diduga telah melanggar Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 A ayat 2 UU RI nomor19 tahun 2018 Tentang Perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 Tentang ITE dan Pasal 4 huruf b angka 2 Jo Pasal 16 UU RI nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan Pasal 207 KUHP dengan ancaman pidana lebih dari 5 tahun penjara.

“Polisi harus berani proses hukum, polisi jangan gentar. Saya yakin masyarakat tidak mendukung praktik-praktik kebencian model begini,” ujar Muanas Alaidid.

Sebelumnya sejumlah orang yang mengatasnamakan diri ‘Jokowi Mania’ melaporkan Habib Bahar bin Ali bin Smith ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penghinaan terhadap simbol negara.

Habib Bahar Smith melontarkan pernyataan soal Jokowi dan tersebar di media sosial dalam bentuk video.

“Intinya reaksi kami sebagai warga Indonesia melihat video yang buat saya itu menghina simbol negera,” ujar Ketua Jokowi Mania Rahmat, saat dihubungi Wartawan, Rabu (28/11).

Rahmat juga membawa sejumlah barang bukti berupa video, link video, dan akun YouTube yang mengunggah video yang dianggapnya menghina Presiden Joko Widodo.

“Kalau barang bukti ada beberapa video, ada link akun akun Youtube, ada beberapa,” ujar Rahmat.

BAGIKAN