Screenshot video

@Rayapos | Jakarta – Dai Front Pembela Islam (FPI) Habib Bahar bin Smith dan menantu Habib Rizieq Shihab (HRS) yakni Hanif Alatas dikabarkan telah mendatangi kantor perwakilan Instagram/Facebook, Selasa kemarin (20/11/2018).

Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Novel Chaidir Bamukmin pun membenarkan kabar tersebut.

Dia menjelaskan kedatangan pihak FPI ke kantor Instragram itu lantaran adanya pemblokiran akun instagram milik Habib Bahar dan Hanif yang merupakan loyalis HRS.

“Iya benar saya juga datang mendampingi Hb Bahar bin smith dan Hb Hanif Alatas kekantor fb/ig di capital place yang berada di lantai 49 yg berada di jalan Gatot Soebroto,” kata Novel saat dihubungi Rayapos, Rabu (21/11/2018).

Namun dalam pertemuan itu diceritakan Novel, pihak Instagram malah menerima kedua dai FPI tersebut di ruang pertemuan yang berada di Basement. Padahal kata dia, pengikut Habib Hanif dan Habib Bahar di instaragan mencapai 500 ribu lebih.

Dia berpendapat, banyaknya pengikut tersebut telah memberikan keuntungan kepada pihak Instagram. Sehingga dia menyesalkan pihak Instagram yang hanya menerima pengaduan mereka di ruang Basement.

“Dari IG yang hanya bisa menerima pengaduang kami dan hanya diberikan waktu sebentar kurang lebih 30 menit dengan pengawalan yang cukup banyak dari security setempat dan dari kepolisian, di ruang basment yang tidak layak,” ungkapnya.

Adapun pengaduan yang disampaikan keduanya kata Novel, Habib Hanif sebagai pembicara yang pertama meminta keadilan dan mempertanyakan kenapa semua content tentang dirinya dan HRS langsung di blokir oleh instagram.

Padahal lanjut Novel, ada banyak akun IG yang menyebar kebencian dan penghinaan terhadap HRS bebas bergentayangan di dunia maya.

“Sedang penghina HRS dengan berbagai model baik tulisan atau editan foto penghinaan kok dgn bebasnya padahal ada nama HRS dan Foto HRS serta Hb Bahar dalam konten dakwah dan ratusan ribu pengikut diblokir dgn menunjukan lembaran print-an dari berbagai IG yang ada,” kata dia.

Mantan Sekjen DPD FPI DKI Jakarta ini menuturkan, pertemuan dengan pihak Intagram juga tidak menghasilkan tanggapan apapun. Menurutnya belum ada kejelasan apakah akun kedua dai FPI itu bakal kembali diaktifkan oleh Instagram.

“Pihak IG hanya menampung belom ada kejelasan untuk akun HB Bahar dan Hb hanif akan diaktifkan kembali dan Hb bahar tidak mempermasahkan aktif atau tidaknya akun beliau cuma beliau minta keadilan agar akun akun penista ulama dan agama diblokir juga,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya saat mengetahui akun instagramnnya di hapus @SayyidBahar, Habib Bahar mengancam anak menggeruduk kantor Instagram demi menuntut keadilan.

Ancaman itu pun dibuktikan dai yang sedang naik daun ini, kedatangan loyalis HRS ke kantor Instagram kemarin tersiar melalui video-video pendek yang beredar di media social. Keduanya diterima oleh Kartika Sari yang merupakan perwakilan Instagram di Indonesia.

Dalam video itu, Habib Bahar mengaskan, jika pihak Instagram bisa saja menghapus gambar atau foto HRS yang diposting melalu akun miliknya. Namun dia, semua pihak yang tidak menyukai HRS, tidak bisa menghapus sosok HRS yang ada pada dirinya.

“Walaupun kalian menghapus foto Hahib Rizieq yang ada di media social kami, tapi kalian tidak bisa menghapus Beliau (HRS) yang ada di hati kami,” kata Bahar.